Logo KPK Ditutup Kain Hitam, Saut; Antara Pikiran, Ucapan dan Tindakan Tidak Sesuai

0

Jakarta, investigasi.today – Selain membagikan ribuan bunga, pegawai KPK juga menggelar aksi menutup logo KPK di gedung merah putih dengan kain hitam besar sebagai bentuk penolakan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Penutupan itu juga bermakna bahwa KPK tidak pernah takut membicarakan kenyataan.

Terkait aksi tersebut, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan “saya meng-quot apa yang disampaikan oleh pelukis, bahwa saya tidak pernah melukis ketakutan saya, saya tidak pernah melukis mimpi-mimpi saya, tapi saya melukis tentang realiti. Saya quot itu, saya katakan KPK hari ini tidak pernah takut, KPK tidak pernah bermimpi tapi KPK bicara kenyataan,” ungkapnya di gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).

Saut menambahkan KPK tidak pernah takut mengatakan fakta yang ada, seperti fakta yang menunjukkan bahwa indeks korupsi di Indonesia masih tinggi mencapai angka 38.

“Maknanya bahwa kita sekarang tidak boleh bermimpi, tidak boleh takut, tapi kita harus menghadapi kenyataan. Kenyataanya adalah indeks presepsi korupsinya 38 dan tidak sesuainya ucapan pikiran dan tindakan,” tandas Saut.

Menurut Saut, penutupan logo KPK dengan kain hitam hanyalah sebagai simbol, bahwa saat ini masih terlihat jelas ketidaksamaan ucapan dengan tindakan. “Kenyataannya apa? kenyataannya ucapan, pikiran, tindakan orang tidak sama, kenyataannya apa? kenyataannya sangat lambat pertumbuhannya, kenyataannya apa? kita tanda tangani piagam PBB terus kemudian kita tidak lanjutkan. Tahun 2003 piagam PBB, tahun 2006 kita tandatangani sampai hari ini kita tidak laksanakan itu,” tutur Saut.

KPK harus terus berjuang sesuai dengan nilai-nilai KPK, terkait revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002. Saut menyampaikan jika ada revisi UU seharusnya memperkuat KPK, bukannya memperlemah KPK.

“Kain hitam mengingatkan bahwa ada jalan panjang yang harus kita lalui di negeri ini, dari pada sekedar bahwa UU KPK yang tadinya kita harap perubahan itu memperkuat bukan malah memperlemah,” tegasnya. (Ink)