
Denpasar, Investigasi.today – Di luar dugaan oleh petugas kejaksaan Negeri Denpasar terhadap tersangka kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Kepala BPN (Badan Pertanahan Negara) Kota Denpasar, TN (53), melakukan upaya bunuh diri dengan cara menembakkan pistol di sekitar dada. DiĀ duga tersangka TN tersebut menghabisi nyawanya di toilet Kantor Kejaksaan Tinggi Bali di lantai II.
Peristiwa tragis tersebut diketahui wartawan saat TN hendak digiring petugas kejaksaan menuju mobil tahanan usai diperiksa jaksa penyidik di lantai II Kantor Kejati Bali, Renon Denpasar, Senin, (31/8).
Mantan Kepala BPN ini ditemukan ambruk dalam posisi terduduk di lantai toilet. Darah terlihat mengucur di sekitar dada pada kemeja putih yang dikenakannya di TKP.
Wartawan yang menunggu di lantai I sontak terkejut dengan terdengarnya suara letusan tembakan dan sempat menduga tersangka hendak kabur dari kawalan petugas.
Seketika itu juga korban digotong dan dibawa petugas menggunakan mobil tahanan dengan mobil Kijang DK. 1971 A menuju rumah sakit Bros. Sayang sekali dokter yang memeriksa kondisinya menyatakan TN telah meninggal dunia.
Mantan kepala BPN tersebut tersandung kasus gratifikasi dan mendapat aliran uang Rp10 miliar sebagai pinjaman pribadi yang menyeret mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang sudah divonis dan sedang menjalani masa kurungan.
Sementara itu, informasi lainnya menyebutkan dari hasil tracking PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan) ditemukan uang hasil gratifikasi TN selama menjabat Kepala BPN Denpasar yang mencapai Rp80 miliar. Ini belum termasuk dugaan gratifikasi yang dilakukan Tersangka saat menjabat sebagai Kepala BPN Badung.
Seperti diketahui, penetapan tersangka itu berdasarkan surat perintah penyidikan Kajati Bali nomor: PRINT- 03/N.1.1/FDd.1/08/2019 tanggal 15 Agustus 2019 tentang tindak pidana korupsi gratifikasi kepada penyelenggara negara pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Asep Maryono, SH. M.H. mengatakan tidak mengetahui dari mana asal-usul senjata api yang dibawa dan digunakan TN.
āKami sudah melakukan pengecekan semua sesuai prosedur. Masalah pistol yang dibawa TN kami tidak tahu,ā pungkas Asep Maryono kepada awak media. (lskandar)


