
Gresik, Investigasi.today – Panggung Festival Tumpeng Nasi Krawu 2026 dipastikan tak hanya menyajikan pesta kuliner dan hiburan rakyat. Sebuah pertunjukan teater sarat makna bertajuk “Bangkit dari Kematian” akan menjadi salah satu sajian utama yang siap menggetarkan panggung utama di Wisata Edukasi Gresik Universal Science (GUS) Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu (28/6/2026) pukul 10.00 WIB.
Menariknya, pertunjukan tersebut akan diperankan langsung oleh tiga jurnalis yang tergabung dalam Teater Komunitas Wartawan Grissee (KWGe). Mereka akan membawa penonton menyelami refleksi kehidupan melalui pementasan yang mengangkat tema kematian sebagai pengingat tentang arti waktu, kebaikan, dan tujuan hidup manusia.
Pementasan “Bangkit dari Kematian” bukan sekadar hiburan panggung. Di balik alur cerita yang disajikan, tersimpan pesan moral yang kuat bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk merenungkan bagaimana manusia menjalani kehidupannya.
Tema tersebut mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan waktu, memperbanyak kebaikan, memperkuat hubungan antarsesama, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal. Kesadaran akan kematian juga menjadi pengingat bahwa harta dan jabatan tidak akan dibawa pergi, sementara jejak kebaikan akan terus dikenang sepanjang masa.
Ketua Komunitas Wartawan Grissee (KWGe), Miftahul Arif, mengatakan pementasan teater sengaja dihadirkan sebagai suguhan berbeda dalam rangkaian puncak Festival Tumpeng Nasi Krawu 2026.
“Pertunjukan ini kami hadirkan sebagai hiburan yang tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga mengandung pesan kehidupan yang kuat. Ada tiga aktor yang akan tampil dan seluruhnya merupakan anggota KWGe yang selama ini aktif serta berpengalaman dalam berbagai pementasan teater,” ujar Miftah, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, teater merupakan ruang ekspresi yang mampu mengasah kepekaan, keberanian, disiplin, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim. Karena itu, setiap pertunjukan membutuhkan proses panjang, latihan intensif, dan pendalaman karakter yang tidak sederhana.
“Panggung teater bukan hanya soal memainkan peran. Di dalamnya ada proses memahami emosi, membangun karakter, dan menyampaikan pesan kepada penonton. Kami optimistis pertunjukan ini akan menjadi salah satu sajian yang berkesan dalam Festival Tumpeng Nasi Krawu tahun ini,” katanya.
Festival Tumpeng Nasi Krawu sendiri akan berlangsung selama dua hari, yakni 27–28 Juni 2026. Beragam kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan agenda tahunan tersebut, mulai dari lomba mewarnai, pameran dan bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga berbagai layanan publik yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Tak hanya itu, festival yang digagas Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tersebut juga akan menghadirkan penobatan Festival Tumpeng Nasi Krawu sebagai bagian dari upaya pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Festival ini bukan hanya tentang kuliner khas Gresik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, kreativitas, ekonomi kerakyatan, dan pelayanan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan Festival Tumpeng Nasi Krawu 2026,” pungkas Miftah. (Ink)


