
Gresik, Investigasi.today – Pemerintah Kabupaten Gresik mendapat pengakuan langsung dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atas keberhasilannya memenuhi kuota peserta didik Sekolah Rakyat melalui penjangkauan aktif terhadap keluarga prasejahtera. Apresiasi tersebut sekaligus mempertegas bahwa proses penerimaan siswa program prioritas Presiden Prabowo Subianto dilakukan tanpa ruang bagi praktik titipan maupun percaloan.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Senin (3/8/2026). Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan para siswa, Mensos secara terbuka menegaskan integritas mekanisme seleksi yang diterapkan pemerintah.
“Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, maupun kepala desa,” tegas Gus Ipul.
Penegasan tersebut menjadi pesan penting di tengah tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Rekrutmen dilakukan melalui proses penjangkauan berbasis data kesejahteraan, bukan melalui rekomendasi pejabat ataupun jalur informal.
Di Kabupaten Gresik, sebanyak 405 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks Sekolah Rakyat permanen. Mereka terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 75 siswa SRMA yang telah lebih dulu berjalan, serta 60 siswa asal Kabupaten Lamongan.
Menurut Gus Ipul, keberhasilan Gresik memenuhi kuota peserta didik patut diapresiasi karena dilakukan melalui proses verifikasi langsung terhadap keluarga sasaran.
“Terima kasih kepada Bupati Gresik. Meski pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi belum selesai sepenuhnya, fasilitas sudah dapat dimanfaatkan dan kuota peserta didik berhasil dipenuhi,” ujarnya.
Selain orientasi sekolah, tahun ini MPLS juga diperkuat melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Masing-masing lokasi Sekolah Rakyat mendapat pendampingan lima taruna selama lima hari untuk membangun disiplin, karakter, kepemimpinan, dan kemandirian peserta didik.
“Taruna hadir bukan sekadar mendampingi, tetapi menjadi teladan dalam membangun karakter dan kemandirian siswa sejak hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah berasrama,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan berkualitas.
Program yang mulai dirintis pada 2025 itu kini telah beroperasi di 166 lokasi dengan sekitar 15.000 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan kini memperoleh kesempatan mengejar cita-cita melalui Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai hadirnya Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata keberpihakan negara terhadap keluarga miskin ekstrem yang selama ini menghadapi hambatan memperoleh pendidikan berkualitas.
Menurutnya, sekolah berasrama gratis tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus strategi memutus siklus kemiskinan.
“Anak-anak dari keluarga yang belum beruntung kini memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Ini merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto yang kami jalankan bersama pemerintah pusat,” kata Gus Yani.
Ia mengungkapkan, keberadaan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi hasil kolaborasi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Gresik. Selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah juga mengintegrasikan pendidikan karakter dan nilai-nilai religius sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui sekolah berasrama gratis ini kami ingin melahirkan generasi unggul yang memiliki kompetensi, karakter kuat, dan daya saing. Pendidikan menjadi jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mensos didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik dr. Ummi Khoiroh, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Rangga Pratama, jajaran Pendamping PKH, serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA).
Selain meninjau fasilitas sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar 6,5 hektare, rombongan juga berdialog langsung dengan para siswa guna memastikan kesiapan sarana pendidikan, sistem pembelajaran, dan pelaksanaan pendidikan berasrama sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh. (Ink)


