
Gresik, Investigasi.today – Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya tuntutan transparansi publik, Polres Gresik memilih cara berbeda untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Bukan sekadar seremoni, institusi kepolisian itu membangun ruang kebersamaan dengan media dan masyarakat melalui Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026 di Kolam Pancing dan Rest Area Putri Sari Indah, Cerme, Sabtu (4/7/2026).
Ajang tersebut menjadi lebih dari sekadar kompetisi memancing. Di balik suasana santai dan penuh keakraban, terselip pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi antara Polri, media, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepercayaan publik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution hadir langsung bersama Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra dan jajaran pejabat utama Polres Gresik. Turut hadir Camat Cerme Umar Hasyim, Danramil Cerme Kapten Arh M.N. Qomar, Kepala Desa Pandu Vino, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono, Ketua Kelompok Wartawan Grisse (KWGe) Miftahul Arif, para Kapolsek, serta puluhan peserta dari kalangan jurnalis dan masyarakat.
Ketua Panitia yang juga Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat “Pengabdian Polri untuk Masyarakat”.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk media yang memiliki peran penting dalam membangun informasi yang akurat dan edukatif di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergitas antara Polri, media, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat, kita dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan. Suasana kompetitif berpadu dengan keakraban yang terjalin di antara para peserta dan jajaran kepolisian. Interaksi yang selama ini lebih banyak berlangsung dalam konteks pemberitaan, kali ini hadir dalam ruang yang lebih cair dan humanis.
Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono menilai kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana hubungan antara institusi kepolisian dan media dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.
“Media dan Polri memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini memperkuat komunikasi dan mempererat hubungan yang selama ini sudah berjalan baik,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua KWGe Miftahul Arif. Menurutnya, sinergi yang kuat antara media dan kepolisian menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
“Hubungan yang baik ini harus terus dipertahankan dan diperkuat. Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polres Gresik semakin profesional, presisi, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa media merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam membangun transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk insan pers yang selama ini konsisten menjadi jembatan informasi antara Polres Gresik dan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta. Kegiatan ini berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan berjalan lancar. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan media yang selama ini membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga kinerja Polres Gresik dapat diketahui secara terbuka, transparan, dan akuntabel,” kata Kapolres.
Ia menegaskan, semangat Hari Bhayangkara harus menjadi energi bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan daerah dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Semoga silaturahmi ini semakin erat dan kolaborasi yang sudah terbangun dapat terus ditingkatkan. Mari bersama menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik. Jogo Gresik, hidup media,” tegasnya.
Dalam perlombaan tersebut, Yudi berhasil menjadi juara kategori ikan terberat dengan tangkapan 2,6 kilogram. Posisi berikutnya ditempati Dio dengan 1,6 kilogram dan Lono dengan 1,1 kilogram.
Kategori ikan tercepat dimenangkan Anam yang berhasil memperoleh tangkapan pada pukul 08.56 WIB, disusul Ashadi pukul 08.57 WIB dan Udin pukul 09.00 WIB.
Sementara kategori tangkapan terbanyak diraih Irwan dengan 24 ekor ikan, diikuti Sugik dengan 22 ekor dan Rokim dengan 18 ekor.
Kemeriahan acara ditutup dengan pembagian hadiah, kuis, dan doorprize yang menambah semarak suasana. Namun lebih dari itu, kegiatan tersebut meninggalkan pesan yang lebih penting: membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, kedekatan, dan kolaborasi yang kuat antara Polri, media, dan masyarakat. (Sye)


