Thursday, July 23, 2026
HomeBerita BaruJatimTak Sekadar KKN, Mahasiswa Untag Surabaya Tinggalkan Teknologi Pertanian untuk Petani Gresik

Tak Sekadar KKN, Mahasiswa Untag Surabaya Tinggalkan Teknologi Pertanian untuk Petani Gresik

Gresik, Investigasi.today – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kerap identik dengan kegiatan seremonial dan pengabdian jangka pendek. Namun, pendekatan berbeda ditunjukkan mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Selama dua pekan, mereka tidak hanya menjalankan aktivitas sosial bersama masyarakat, tetapi juga meninggalkan sejumlah sarana pendukung pertanian yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.

Puluhan mahasiswa lintas fakultas tersebut menjalankan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani dan peternak desa. Selain menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak, mereka juga memberikan edukasi mengenai teknik penanaman jagung yang lebih efektif sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa menyerahkan berbagai peralatan pertanian dan peternakan kepada Pemerintah Desa Gedangan. Bantuan tersebut meliputi alat pencacah pakan ternak, alat tanam jagung modern, alat penebar pupuk semiotomatis, komposter berbahan drum plastik, serta modul pelatihan yang dapat dimanfaatkan sebagai panduan bagi masyarakat.

Kepala Desa Gedangan, Muhammad Sholih, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan warga dalam jangka panjang.

“Kehadiran mahasiswa di desa kami telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan fisik maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program yang mereka jalankan sangat bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurutnya, momen yang paling berkesan adalah ketika mahasiswa menyerahkan bantuan peralatan sebelum mengakhiri masa pengabdian dan kembali ke kampus.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Desa Gedangan. Kami bersyukur karena mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar dari desa, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan petani dalam meningkatkan produktivitas mereka,” kata Sholih.

Program tersebut menjadi contoh bagaimana KKN dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan akademik menjadi wadah transfer pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan perpaduan edukasi dan bantuan peralatan, manfaat yang ditinggalkan diharapkan tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke bangku kuliah, tetapi terus dirasakan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan desa. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular