Monday, July 27, 2026
HomeBerita BaruJatimRegenerasi Petani Jadi Alarm Nasional, Petrokimia Gresik Gandeng Generasi Muda Lewat Petro...

Regenerasi Petani Jadi Alarm Nasional, Petrokimia Gresik Gandeng Generasi Muda Lewat Petro Agrifood Expo

Gresik, Investigasi.today – Di tengah ancaman menua­nya usia petani Indonesia yang berpotensi mengganggu keberlanjutan produksi pangan nasional, PT Petrokimia Gresik (Persero) mengambil langkah strategis dengan mendorong regenerasi petani melalui Petro Agrifood Expo (PAE) 2026. Tak sekadar pameran pertanian, kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk mendekatkan dunia agroindustri kepada masyarakat perkotaan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian modern.

Agenda yang digelar di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik pada 24–26 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 perusahaan sekaligus menjadi salah satu ikhtiar membangun ketahanan pangan dari sisi sumber daya manusia.

Momentum pembukaan PAE 2026 juga diwarnai penyerahan Beasiswa Petani Muda kepada 50 pelajar SMK Pertanian dari berbagai daerah di Jawa Timur, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam menyiapkan calon petani masa depan.

Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Syamsuddin, mengingatkan bahwa regenerasi petani kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

“Dari sekitar 29 juta petani Indonesia, sekitar 67 persen berusia di atas 45 tahun. Ini menjadi warning bagi kita semua. Modernisasi pertanian merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan pertanian nasional tidak hanya berkaitan dengan produksi maupun teknologi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pelaku utama sektor pangan.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan bahwa Petro Agrifood Expo dirancang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia pertanian.

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat hanya mengenal Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk, padahal ekosistem agroindustri mencakup rantai panjang mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budidaya, hingga menghasilkan pangan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa agroindustri adalah sektor modern, inovatif, memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi fondasi ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda semakin dekat dengan dunia pertanian,” ujar Adityo.

Mengusung konsep agroeduwisata, Petro Agrifood Expo menghadirkan pengalaman belajar yang bersifat interaktif. Pengunjung tidak hanya melihat berbagai inovasi pertanian, tetapi juga dapat memahami rantai agroindustri dari hulu hingga hilir secara langsung.

Sebanyak 59 stan turut meramaikan PAE 2026, melibatkan perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Group, perusahaan agribisnis, petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, anak perusahaan Petrokimia Gresik Group, hingga sekolah binaan Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Berbagai teknologi, produk inovatif, hasil budidaya, hingga pelatihan Petani Cilik dan komposting menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pertanian modern sejak usia dini.

Petrokimia Gresik menilai keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pupuk, benih, maupun teknologi. Regenerasi sumber daya manusia menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai semakin terbukanya akses pupuk, kepastian pasar, serta dukungan pemerintah menjadi modal penting untuk menarik generasi muda kembali melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.

“Kalau ingin anak muda tertarik menjadi petani, maka pertanian harus memberikan keuntungan. Saat ini pemerintah terus mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang lebih menguntungkan bagi petani,” katanya.

Pesta Rakyat Jadi Magnet Pengunjung

Selain edukasi, Petro Agrifood Expo 2026 juga menghadirkan Pesta Rakyat melalui program Petik Bersama Masyarakat yang setiap tahun menjadi daya tarik utama.

Pengunjung dapat memanen langsung hasil pertanian dari lahan demonstrasi, mulai dari 3.400 tanaman melon, 1.000 tanaman semangka, 2.100 tanaman jagung manis, 1.400 tanaman jagung pulut, hingga beragam jenis sayuran.

Konsep ini memberi pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai proses budidaya sekaligus mempersempit jarak antara masyarakat perkotaan dengan dunia pertanian.

Lebih dari sekadar pameran tahunan, Petro Agrifood Expo 2026 menunjukkan bahwa regenerasi petani membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Di tengah dominasi usia petani yang semakin menua, investasi pada generasi muda menjadi langkah strategis agar pertanian Indonesia tetap produktif, modern, dan mampu menopang ketahanan pangan nasional di masa depan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular