Thursday, September 10, 2026
HomeBerita BaruJatimBoboh Bersholawat dan Berdoa untuk Negeri, Sayyid Zulfikar: Kemerdekaan Harus Disyukuri sebagai...

Boboh Bersholawat dan Berdoa untuk Negeri, Sayyid Zulfikar: Kemerdekaan Harus Disyukuri sebagai Karunia Allah

GRESIK, Investigasi.today – Lapangan SDN Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Kamis (10/9/2026) malam, berubah menjadi lautan manusia. Lantunan shalawat menggema dari tengah masyarakat, doa-doa untuk negeri dipanjatkan, sementara semangat kemerdekaan kembali dihidupkan dalam gelaran “Boboh Bersholawat”.

Mengangkat tema “Bersholawat untuk Nabi, Berdoa untuk Negeri”, kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Boboh tersebut menjadi perpaduan antara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hadir sebagai pengisi tauziah, Sayyid Zulfikar Basyaiban dari Sidoarjo, yang tampil bersama iringan Hadroh Emboh dari Gresik.

Warga Desa Boboh dan sekitarnya memadati lapangan. Perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai kalangan larut dalam suasana religius yang sekaligus sarat pesan kebangsaan.

Hadir pula Anggota DPRD Gresik Abdullah Hamdi, Kepala Desa Boboh Abdul Madjid beserta jajaran perangkat desa.

Bagi Pemerintah Desa Boboh, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Boboh Bersholawat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat melihat kemerdekaan dari perspektif rasa syukur, sekaligus menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pijakan dalam merawat persatuan.

Sayyid Zulfikar: Kemerdekaan Bukan Hadiah Belanda, Jepang atau Sekutu

Dalam tauziahnya, Sayyid Zulfikar Basyaiban mengajak masyarakat kembali merenungkan makna kemerdekaan Indonesia.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan tidak semata-mata harus dipandang sebagai hasil perjuangan manusia, tetapi juga sebagai karunia dan kehendak Allah SWT.

Menurutnya, bangsa Indonesia memang telah melewati perjuangan panjang. Para pejuang mengangkat senjata, mempertaruhkan jiwa dan raga, serta menghadapi berbagai kekuatan yang ingin menguasai tanah air.

Namun, di balik seluruh perjuangan tersebut, kata dia, terdapat kuasa Allah SWT yang menentukan apakah sebuah bangsa akan memperoleh kemerdekaan atau tidak.

“Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari Belanda, bukan hadiah dari Jepang, dan bukan pula hadiah dari Sekutu. Kemerdekaan adalah hadiah dari Allah SWT,” tegas Sayyid Zulfikar dalam tauziahnya.

Ia tidak menafikan perjuangan para pahlawan. Justru perjuangan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar manusia yang harus dihormati dan dikenang.

“Memang benar bangsa Indonesia berperang. Para pejuang berjuang, mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa. Tetapi kalau perjuangan itu tidak diridhoi Allah SWT, maka kemerdekaan tidak akan pernah kita raih,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai refleksi spiritual agar masyarakat tidak berhenti pada perayaan kemerdekaan secara seremonial.

Kemerdekaan, lanjutnya, harus melahirkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus tanggung jawab untuk menjaga Indonesia.

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pun ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang berakhlak, saling menghormati dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Kades Boboh: Jangan Hanya Merayakan Kemerdekaan, Isi dengan Kebaikan

Kepala Desa Boboh Abdul Madjid mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan penting untuk memperkuat persaudaraan masyarakat.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diwariskan para pendahulu harus diisi dengan hal-hal yang membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan desa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus kita isi dengan persatuan, kerukunan dan perbuatan yang membawa kebaikan. Maulid Nabi mengajarkan kepada kita tentang keteladanan Rasulullah, sementara peringatan kemerdekaan mengingatkan kita tentang tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar Abdul Madjid.

Ia berharap Boboh Bersholawat tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru dengan semangat shalawat dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, kita bangun Desa Boboh yang semakin guyub, aman, maju dan penuh keberkahan,” tegasnya.

Doa untuk Negeri Harus Berjalan Bersama Ikhtiar

Abdul Madjid juga mengingatkan bahwa mendoakan Indonesia harus berjalan beriringan dengan tindakan nyata.

“Kita berdoa untuk negeri, tetapi doa harus berjalan bersama ikhtiar. Kita ingin Indonesia semakin kuat, masyarakatnya semakin sejahtera, dan generasi mudanya memiliki masa depan yang baik. Semua itu membutuhkan kebersamaan,” katanya.

Ia menilai masyarakat merupakan kekuatan utama dalam pembangunan desa. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah desa dan masyarakat bersatu, insyaallah apa yang kita cita-citakan untuk Boboh akan lebih mudah diwujudkan,” lanjutnya.

Dari Boboh, Shalawat untuk Nabi, Doa untuk Indonesia

Malam semakin larut ketika Hadroh Emboh mengiringi lantunan shalawat. Warga mengikuti dengan penuh kekhidmatan. Lapangan SDN Boboh yang biasanya menjadi ruang aktivitas pendidikan, malam itu berubah menjadi ruang perenungan bersama tentang agama, kemerdekaan dan masa depan negeri.

Boboh Bersholawat akhirnya bukan sekadar tentang sebuah panggung dan rangkaian acara.

Di sana ada pesan bahwa kemerdekaan harus disyukuri, perjuangan para pahlawan harus dihormati, keteladanan Nabi harus dihidupi, dan persatuan harus terus dijaga.

Dari Boboh, pesan itu bergema: bersholawat untuk Nabi, bersyukur atas kemerdekaan, dan berdoa untuk Indonesia.

Sebab negeri ini bukan hanya membutuhkan masyarakat yang bangga karena telah merdeka, tetapi juga generasi yang mampu merawat kemerdekaan dengan akhlak, persatuan dan tanggung jawab. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular