Monday, July 27, 2026
HomeBerita BaruJatimOperasi Gabungan Satpol PP di Kafe Gresik Ungkap Temuan Serius: Pramusaji Positif...

Operasi Gabungan Satpol PP di Kafe Gresik Ungkap Temuan Serius: Pramusaji Positif Sabu, HIV, dan Sifilis

  1. Gresik, Investigasi.today – Operasi Cipta Kondisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap sejumlah kafe dan warung malam mengungkap temuan yang patut menjadi perhatian serius. Dari hasil pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, seorang pramusaji dinyatakan positif menggunakan sabu, sementara seorang pramusaji lainnya terdeteksi positif HIV dan sifilis.

Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap tempat hiburan malam tidak cukup hanya menyasar aspek perizinan dan jam operasional, tetapi juga harus menyentuh persoalan penyalahgunaan narkotika serta kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

Operasi yang berlangsung Sabtu (25/7/2026) malam hingga Minggu (26/7/2026) dini hari itu melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Satpol PP Kabupaten Gresik, Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Garnisun, Subdenpom/CPM, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Selama sekitar empat jam, mulai pukul 21.30 hingga 01.30 WIB, petugas menyisir lima titik yang selama ini dikenal memiliki aktivitas usaha malam, yakni Jalan Noto Prayitno (Bunder), Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Jalan Karangkiring, kawasan Betiring, serta Jalan Raya Duduksampeyan.

Sebanyak 50 orang, terdiri atas 10 pemilik usaha dan 40 penjaga maupun pramusaji kafe, menjalani tes narkoba serta pemeriksaan kesehatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan dua temuan penting.

Dari tim penyisiran di kawasan Jalan Noto Prayitno (Bunder), satu orang pramusaji dinyatakan positif mengonsumsi sabu berdasarkan hasil tes narkoba.

Sementara dari tim yang bertugas di kawasan Duduksampeyan, satu orang pramusaji dinyatakan positif HIV dan sifilis berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan.

Meski keduanya merupakan temuan pada individu yang berbeda, hasil tersebut memperlihatkan adanya persoalan yang lebih kompleks dibanding sekadar pelanggaran administrasi usaha.

Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Agus Halomoan Sinaga, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi preventif pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan peraturan daerah sekaligus menjaga ketenteraman masyarakat.

“Petugas melakukan pemeriksaan sekaligus pembinaan kepada para pengelola dan penjaga kafe agar senantiasa mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk jam operasional serta menjaga ketenteraman lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba, petugas juga melakukan pengecekan terhadap legalitas usaha, kepatuhan terhadap jam operasional, serta memberikan pembinaan mengenai ketertiban umum.

Pelaku usaha yang ditemukan melanggar ketentuan diberikan teguran sesuai prosedur dan akan diproses berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Agus menegaskan bahwa operasi gabungan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap terwujud lingkungan yang semakin aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Kami juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga ketenteraman umum dengan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Evaluasi Tidak Boleh Berhenti pada Razia

Temuan satu pekerja yang positif sabu serta satu pekerja yang positif HIV dan sifilis menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi lebih mendalam terhadap pengawasan tempat hiburan malam.

Operasi ini menunjukkan bahwa pendekatan lintas sektor—menggabungkan penegakan ketertiban, pemberantasan narkotika, dan deteksi dini masalah kesehatan—mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi di lapangan.

Namun, efektivitas operasi tidak hanya diukur dari banyaknya lokasi yang diperiksa atau jumlah personel yang diterjunkan. Tantangan berikutnya adalah memastikan adanya tindak lanjut yang terukur, baik berupa rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika sesuai ketentuan yang berlaku, pendampingan layanan kesehatan bagi individu yang terdeteksi mengidap penyakit menular, maupun pengawasan berkelanjutan terhadap pelaku usaha.

Tanpa pengawasan yang konsisten dan evaluasi yang berkesinambungan, operasi serupa berisiko hanya menjadi kegiatan sesaat. Sebaliknya, bila ditindaklanjuti secara sistematis, temuan ini dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan terhadap ketertiban umum, kesehatan masyarakat, serta mencegah berkembangnya praktik-praktik yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular