
Jakarta, investigasi.today – Sebuah momen bersejarah bagi kekuatan maritim Indonesia semakin dekat. Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi, yang akan segera berganti nama menjadi KRI Gajah Mada, dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia dan akan disambut secara resmi oleh unsur kekuatan TNI Angkatan Laut saat memasuki perairan nusantara.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana TNI Tunggul mengonfirmasi bahwa kedatangan kapal kebanggaan ini akan disambut dengan pengawalan penuh.
”Minimal dua KRI jenis fregata serta pesawat Puspenerbal akan menyambut kapal tersebut saat memasuki perairan Indonesia. Unsur udara kami juga direncanakan akan melakukan pendaratan dan lepas landas uji coba di atas dek kapal,” ungkap Tunggul di Jakarta, Rabu (26/8).
Perjalanan kapal ini tak lepas dari pengawalan selama melintasi perairan internasional. Sebelum tiba di Indonesia, selama melintasi Laut Merah, Teluk Aden, hingga Laut Arab, kapal induk ini tetap dikawal oleh kapal-kapal perang Italia sebagai bentuk dukungan selama masa transisi.
Perjalanan 20 Hari, Melintasi 3 Benua
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa kapal induk ini dijadwalkan berangkat dari Italia pada Senin malam, sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Perjalanan diperkirakan memakan waktu lebih dari 20 hari, melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia, sebelum akhirnya tiba di perairan Indonesia pada rentang 15–20 September 2026.
“Namanya masih ITS Giuseppe Garibaldi dan masih berbendera Italia saat ini. Namun, sesampainya di perairan Indonesia, bendera Merah Putih akan berkibar dan namanya resmi berubah menjadi KRI Gajah Mada,” ujar Laksamana Ali saat kunjungan ke Kraton Majapahit, Jakarta, Senin (24/8).
“Kami mohon doa seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini berjalan aman, lancar, dan sukses,” tambahnya.
Peresmian Bersejarah, Presiden Dijadwalkan Hadir
Puncak dari kedatangan kapal induk ini adalah upacara pergantian bendera dan pengukuhan nama yang direncanakan digelar pada 25 September 2026. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di atas kapal untuk meresmikan KRI Gajah Mada sebagai bagian dari kekuatan TNI AL.
Kapal induk yang diterima melalui skema hibah antarpemerintah ini bukan sekadar simbol persahabatan Indonesia–Italia. Kapal ini mampu mengoperasikan helikopter milik TNI AL, TNI AU, maupun TNI AD, sekaligus memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan maritim Indonesia. TNI AL juga telah menyiapkan program pelatihan khusus bagi para pilot untuk mampu melakukan pendaratan dan lepas landas di atas dek kapal tersebut.
Dengan kehadiran KRI Gajah Mada, Indonesia kini memiliki kekuatan kapal induk yang siap menjaga kedaulatan perairan nusantara yang luas, sekaligus menegaskan komitmen negara sebagai poros maritim dunia. (Ink)


