Bobol 14 Bank, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Gondol Rp 14 Triliun

0


Pres release pembobolan 14 bank di Ditpideksus Bareskrim Mabes Polri

JAKARTA, Investigasi.Today – Terkait kasus pembobolan 14 bank yang dilakukan oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP), Bareskrim Mabes Polri menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengembangkan kasus tersebut dengan melakukan audit investigasi.

Audit investigasi bersama tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi terhadap PT Bank Mandiri (persero) TBK sebagai kreditur yang telah memberikan limit fasilitas kredit kepada PT SNP dari tahun 2004 sampai 2015 sebesar Rp.10,525 Triliun. Diduga outstanding macet PT SNP di Bank Mandiri saja sebesar Rp 1.403.833.000.000 dari total fasilitas kredit yang diterima sebesar Rp.10,525 triliun.

Dalam audit tersebut ditemukan, sejak tahun 2010 PT SNP telah bermasalah dengan keuangannya dan itu berarti sejak 2010 terjadi rill outstanding. Sejak awal, cara PT SNP mencari pinjaman dan mendapat fasilitas kredit sudah tak beres.

Demi mengungkap kasus ini, selain BPK. Polri juga menggandeng PPATK untuk mendalami dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus ini, Ditipideksus Bareskrim Mabes Polri telah menangkap dan menahan tujuh orang tersangka dari PT SNP. Yakni Wahyu Handoko (Supervisior Treasury dan Bank Relation), Donni Satria (Direktur Utama), Rudi Asnawi (Direktur Keuangan), Leo Chandra (Komisaris Utama), Sie Lieng (Manager Keuangan), Anita Sutanto (Asisten Manajer Keuangan), Andi Paweloi (Direktur Operasional) dan Christian D. Sasmita (Manager Akuntansi).

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kasubdit II Ditpideksus Bareskrim, Kombes Pol Golkar Pangarso mengatakan, pihaknya terus mendalami proses pemberian kredit terhadap PT SNP, terutama prinsip nilai kehati-hatian.

PT SNP diduga melakukan tindak pidana dengan cara mengajukan pinjaman pada 14 Bank dengan menyerahkan jaminan berupa list kontrak piutang pembiayaan konsumen (end user) dan menimbulkan kerugian pada 14 Bank mencapai Rp 14 Triliun.

“Ada prinsip kehati-hatian yang tidak diterapkan oleh bank, sebab mereka menggunakan piutang fiktif sebagai jaminan,” ungkap Golkar Pangarso.

ke 14 bank yang dibobol oleh PT SNP tersebut adalah Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Panin, Bank Jabar Banten, Bank Sinar Mas, Bank Ganesa, Bank Capital Indonesia, Bank Nasional NOBU, Bank Nusantara Parahyangan, Bank Woori, Bank CTBC, Bank Victoria, Bank JTrust dan Bank Tesina Perdania.

Dalam kasus ini, PT SNP telah melakukan tindak pidana dan dijerat dalam Pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU No 8 Thn 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU. (Ink)