Buru Jozeph Paul Zhang ‘Sang Nabi Ke-26’, Bareskim Polri Gandeng Interpol

0
Jozeph Paul Zhang

Jakarta, Investigasi.today – Tidak hanya mengaku sebagai nabi yang ke-26, Jozeph Paul Zhang juga menantang warga untuk melaporkannya ke polisi. Merespon hal tersebut, Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa pihaknya menduga Jozeph tidak berada di Indonesia. Polri juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang mengetahui data perlintasan Jozeph Paul Zhang sudah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

Namun Agus menegaskan keberadaan Jozeph Paul Zhang di luar negeri tidak menghalangi untuk mendalami perkara tersebut dan sedang menyiapkan dokumen penyidikan. “Mekanisme penyidikannya akan terus berjalan walaupun yang bersangkutan di luar negeri,” jelas Agus, Minggu (18/4).

Agar Jozeph Paul Zhang bisa dideportasi dari negara tempat dia beradabdan segera ditangkap, Bareskrim Polri membuat daftar pencarian orang (DPO) dan bekerja sama dengan kepolisian luar negeri.

“Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau nggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan,” terang Agus.

Agus menjelaskan, penyidik Bareskrim bisa menindak dengan membuat laporan temuan terkait dengan konten intoleran tersebut. Menurut Agus, konten intoleran yang menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat bisa merusak persatuan dan kesatuan.

“Kalau yang seperti itu ‘kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri kan ditindak tegas,” jelas Agus.

Sementara itu, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya mengecam keras ucapan Jozeph Paul Zhang yang diduga menista Nabi Muhammad SAW.

“Mengecam keras pernyataan yang mencederai keyakinan dan ajaran umat Islam. Pernyataan yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang masuk ke dalam penghinaan terhadap keyakinan umat Islam,” tegas Helmy Faishal Zaini, Minggu (18/4).

Helmy juga meminta Polri segera mengusut dan menangkap Jozeph Paul Zhang. “Meminta aparat keamanan, dalam hal ini Polri untuk segera melalukan langkah konkret mengusut dan menangkap Joseph Paul Zhang atas perbuatannya tersebut,” tandasnya.

Meski demikian, Helmy meminta umat Islam agar tidak terprovokasi atas tindak Joshep tersebut. “Umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melalukan hal-hal yang di luar koridor hukum yang berlaku. Mari kita senantiasa menjaga bulan suci Ramadan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Salah satunya, saling menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama,” katanya.

Helmy meminta umat islam memanfaatkan ramadan dengan bijaksana. “Mari kita senantisa menjaga bulan suci Ramadan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Salah satunya, saling menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, dalam videonya, Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda dan akan menghadiahi orang yang melaporkannya sebesar Rp 1 juta.

“Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah,” tuturnya.

“Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama,” kata Jozeph. (Ink)