Monday, June 29, 2026
HomeBerita BaruJatimDi Tengah Rekor MURI Festival Sego Krawu, Teater KWGe “Bangkit dari Kematian”...

Di Tengah Rekor MURI Festival Sego Krawu, Teater KWGe “Bangkit dari Kematian” Hipnotis Ribuan Penonton

Gresik, Investigasi.today – Panggung utama Festival Tumpeng Sego Krawu 2026 bukan hanya menjadi saksi lahirnya rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), tetapi juga menjadi arena lahirnya salah satu pertunjukan paling memikat malam itu. Teater KWGe (Komunitas Wartawan Grissee) bertajuk “Bangkit dari Kematian” sukses mengguncang emosi ribuan penonton yang memadati kawasan Wisata Edukasi Gresik Universal Science (GUS), Kompleks Islamic Center Balongpanggang, Minggu (28/6/2026).

Di tengah kemeriahan festival dan euforia pencatatan rekor MURI, pementasan yang dibawakan tiga jurnalis Gresik itu justru mencuri sorotan utama. Tepuk tangan panjang dan decak kagum berkali-kali terdengar mengiringi setiap adegan yang sarat makna kehidupan.

Tiga pemeran utama, yakni Didik Telisik Hati yang juga bertindak sebagai sutradara dari BN News, Dyo Cahyono dari Pojok Kiri, serta Moch. Sugeng dari Metro Pantura, tampil memukau dengan penghayatan karakter yang kuat. Penampilan mereka berhasil menyihir seluruh lapisan penonton, mulai masyarakat umum hingga para tamu kehormatan.

Di barisan undangan tampak hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Wakil Bupati dr. Alif, Sekretaris Daerah Washil Miftahul Rahman, Kapolres, Dandim, kepala OPD, camat, kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat yang larut dalam jalannya pertunjukan.

Lebih dari sekadar hiburan, “Bangkit dari Kematian” menghadirkan refleksi mendalam tentang hakikat kehidupan. Melalui alur cerita yang menyentuh, penonton diajak merenungkan bahwa setiap manusia memiliki batas waktu, sehingga kesempatan hidup harus digunakan untuk menebar manfaat, kebaikan, dan kepedulian kepada sesama.

Pementasan tersebut menegaskan bahwa harta, kekuasaan, maupun jabatan pada akhirnya tidak akan menyertai seseorang ketika ajal menjemput. Yang akan tetap hidup dalam ingatan adalah jejak kebaikan dan manfaat yang pernah diberikan kepada orang lain.

Ketua KWGe, Miftahul Arif, mengatakan pementasan teater sengaja dihadirkan sebagai suguhan berbeda dalam puncak Festival Tumpeng Sego Krawu 2026.

“Ketiga aktor yang tampil merupakan anggota KWGe yang memiliki pengalaman di dunia teater. Mereka mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan pesan yang membekas bagi penonton,” ujarnya.

Menurut Miftah, teater merupakan seni yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan berakting. Di balik setiap adegan terdapat proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, penghayatan emosi, kerja sama tim, hingga keberanian tampil di hadapan ribuan orang.

“Alhamdulillah, Teater KWGe menjadi salah satu penampilan yang paling berkesan dalam Festival Tumpeng Sego Krawu tahun ini,” tambahnya.

Tak hanya sukses menghadirkan pertunjukan yang memikat, Festival Tumpeng Sego Krawu Vol. 4 juga menorehkan sejarah dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sebanyak 3.000 porsi nasi krawu yang dirangkai membentuk gunungan raksasa menyerupai tumpeng setinggi sekitar lima meter resmi ditetapkan sebagai rekor MURI. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gresik sekaligus menegaskan posisi nasi krawu sebagai salah satu ikon kuliner daerah yang mampu tampil di panggung nasional.

Miftahul Arif menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari dedikasi, loyalitas, dan kekompakan seluruh insan pers yang tergabung dalam KWGe.

“Festival Tumpeng Sego Krawu Vol. 4 berhasil mencetak rekor MURI. Ini adalah hasil kerja keras seluruh panitia dan anggota KWGe yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Gresik,” katanya.

Jurnalis CNN Indonesia itu mengungkapkan bahwa proses verifikasi MURI berlangsung sangat ketat. Seluruh panitia harus memastikan setiap persyaratan dan standar yang ditentukan dapat dipenuhi secara maksimal.

“Prosesnya sangat ketat dan membutuhkan kerja keras luar biasa dari seluruh panitia. Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil dengan tercatatnya Tumpeng Sego Krawu sebagai rekor MURI,” pungkasnya.

Malam itu, Festival Tumpeng Sego Krawu 2026 tidak hanya menghadirkan perayaan budaya dan kuliner khas Gresik. Lebih dari itu, festival ini berhasil meninggalkan jejak sejarah melalui rekor nasional sekaligus menyuguhkan pertunjukan teater yang menggugah kesadaran tentang makna hidup, kematian, dan warisan kebaikan yang ditinggalkan manusia. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular