Monday, October 3, 2022
HomeBerita BaruHukum & KriminalDiimingi Nilai Tinggi, Oknum Guru di Kundur Cabuli Belasan Murid

Diimingi Nilai Tinggi, Oknum Guru di Kundur Cabuli Belasan Murid

Kepulauan Riau, investigasi.today – Seorang oknum guru di salah satu SD di Kecamatan Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, berinisial MK (47) tega melakukan pencabulan terhadap belasan muridnya.

Umumnya, para korban merupakan murid laki-laki berusia 12 tahun. Mirisnya, perbuatan tersebut dilakukan disela-sela jam pelajaran sekolah. Kejadian ini dilaporkan telah dilakukan tersangka yang merupakan pegawai negeri sipil sejak tahun 2018 silam.

Dalam melancarkan aksi amoralnya itu, pelaku mengimingi para korban dengan memberikan nilai tinggi. Beberapa di antaranya juga dipanggil ke ruangan UKS dengan alasan akan diterapi.

“Jadi korban diimingi nilai tinggi. Selain itu, ada juga modusnya memanggil korban ke UKS, alasannya akan diterapi,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Toni Pantano, Rabu (3/7).

Kasus ini terungkap setelah satu korban melaporkan perihal pelecehan seksual yang dialaminya kepada seorang guru lainnya.

“Ketahuan adanya pencabulan ini anak inisial M melapor kepada guru lainnya. Bahwa ada seorang guru yang cabul di sekolah tersebut,” terangnya.

“Kemudian diberitahukan kepada orang tua murid dan dilaporkan kasus ini ke kepolisian,” tambah dia.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebanyak 11 orang siswa menjadi korban aksi menyimpang oknum guru SD Negeri di Kundur tersebut.

“Sebenarnya korban ada 11 orang, namun yang bersedia kita mintai keterangan itu ada lima korban. Sisa mungkin karena ada pertimbangan psikis para korban,” kata dia.

Terhadap para korban, selanjutnya akan dilakukan pemulihan psikis bekerja sama dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kita kerjasama dengan PPA untuk memulihkan kondisi psikis para korban,” tutupnya.

Sementara korban dijerat pasal 82 ayat 1,2, dan 4 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Mona)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -








Most Popular