Ditentang Ratusan Ribu Petisi, Pengkritik Volume Adzan Tetap Divonis 18 Bulan Penjara

0

Ribuan Massa yang meminta Meliana dibebaskan


JAKARTA, Investigasi.Today – Meliana, pengkritik volume adzan akhirnya dihukum 18 bulan penjara. Mahkamah Agung (MA) tetap bergeming, meski ada ratusan ribu orang membuat petisi agar membebaskan Meliana.

Hingga Senin (8/4/2019) pukul 17.00 WIB, sudah ada 222.512 orang menandatangani petisi agar Meliana dibebaskan. Mereka menyuarakannya lewat petisi change.org. dengan judul “Bebaskan Meliana, tegakkan toleransi!”

Moh. Akbar, salah satu penandatangan petisi mengatakan hukum harus berlaku adil, bukan atas tekanan mayoritas suatu agama.

Meliana saat menjalani sidang

Pengisi petisi lainnya, Ladrina Bagan mengatakan “18 Bulan untuk permintaan mengecilkan azan? Come on, masa sama kayak hukuman buat koruptor?” tulisnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika Meliana mengkritik volume azan yang dianggap terlalu keras pada Juni 2016. Karena aksinya tersebut, Rumah Meliana di Tanjungbalai dirusak, bahkan Vihara di kota itu dibakar oleh massa.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana dengan hukuman 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Kemudian Meliana mengajukan banding tapi ditolak, juga di tingkat kasasi.

Sedangkan para perusak rumah Meliana dan vihara divonis PN Medan, sebagai berikut ;

  1. Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari.
  2. Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  3. M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari.
  4. Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  5. Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  6. M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari.
  7. Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian).
  8. Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari. (Ink)