KWG Berbagi, Fatah; Ada Ratusan KK Tergolong Miskin di Lowayu

0


Mbok Kasmuah (71)

GRESIK, Investigasi.Today – Dibanding wilayah lain yang ada di Kabupataen Gresik, jalan diwilayah Desa Lowayu Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur nampak mulus dan terawat. Hal tersebut tidaklah heran, sebab Desa Lowayu memiliki dua anggota parlemen dan merupakan kampung halaman Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Meskipun demikian, Desa Lowayu juga menjadi daerah kantong kemiskinan terparah di Kabupaten Gresik, sungguh miris. Hal tersebut diungkapkan Camat Dukun Fatah HD dihadapan sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (14/3) kemarin.

Fatah mengungkapkan bahwa jumlah warga miskin paling banyak adalah warga Desa Lowayu, mencapai ratusan KK. Potret kemiskinan itu diakui membuat ia sedih karena sebenarnya telah banyak program bantuan dari pemerintah yang digelontorkan. Tapi kenapa kemiskinan di Lowayu semakin banyak ?

“Banyak laporan yang saya terima, terkait data kemiskinan di Desa Lowayu. Jumlahnya ada ratusan KK, dan ini sangat menyedihkan. Kami heran, gelontoran program pemerintah kok seolah tidak menyentuh mereka,” ungkapnya.

Terkait dengan kondisi Kasmuah (71) yang viral di medsos juga sejumlah media online dan cetak beberapa hari ini membuat dirinya tidak habis pikir. Meski ia juga telah mengakui dan tahu jumlah warga miskin di Lowayu, namun Fatah yang baru tiga bulan menjabat camat ini tetap menyalahkan Kepala Desa Lowayu M Yato karena ia tidak pernah mendapat laporan.

“Setelah membaca berita di sejumlah media, tadi pagi saya yang menelpon lurah. Jika kita lihat bu Kasmuah ini benar-benar tidak mampu dan belum ada tindakan, saya sendiri yang akan bangun rumahnya,” tegasnya.


Perwakilan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) saat memberikan bantuan

Terungkapnya potret kemiskinan melalui Kasmuah ini benar-benar mencoreng wilayahnya karena Lowayu adalah kampung halaman Sambari Halim Radianto yang menjabat bupati Gresik dua periode. “Ratusan data kemiskinan yang masuk dilaporan saya tidak ada nama Kasmuah, justru tahu dari media, kami sangat kaget,” tandasnya.

Sementara itu, Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bergerak cepat dengan memberi santunan kepada mbok Kasmuah yang diduga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kasus kemiskinan di Desa Lowayu yang diungkapkan Camat Dukun Fatah HD menjadi pelajaran berharga bagi pemilih di Lowayu. Agar wakil yang mereka pilih benar-benar bisa memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.

“Ini adalah moment penting bagi warga yang punya hak pilih. Jangan sampai terjebak janji manis dan uang receh. Padahal mereka mewakili rakyat selama lima tahun,” ujar salah satu warga Lowayu.

Warga Lowayu mengungkapkan dua wakil rakyat asal Lowayu itu jarang bermukim dikampung konstituenya. “Ya wajar jika mereka tidak tahu kemiskinan didapil dan tanah kelahiranya. Karena sangat jarang turun langsung ke masyarakat. Kalau warga cerdas kami yakin tidak akan dipilih lagi, karena tidak memperjuangkan rakyat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Jumanto wakil rakyat dan caleg asal Lowayu dari Fraksi PDIP itu mengaku tahu tentang kemiskinan diwilayahnya. “Sekarang sudah kita masukkan daftar pemugaran rumah tahun 2019 realisasi 2020. Karena memang anggaran dari Pemkab Gresik terbatas,” ujar wakil rakyat tiga periode ini.

Jumanto menjelaskan kasus kemiskinan diwilayahnya baru terjadi satu tahun dua tahun ini. Ia beralasan, misalnya soal rumah yang satu tahun lalu belum layak di pugar, karena masih bagus ,tapi sekarang sudah jelek dan layak di pugar. “Setelah satu tahun, rumah mereka mulai rapuh. Makanya kita ajukan tahun ini,” tandasnya. (salvado)