Ketum PWRI Himbau Capres Yang Hina Jurnalis Jangan Dipilih

0


Ketum PWRI Dr. Suryanto,(Tengah) saat selesai melantik Anggota PWRI Sampang Madura.

JAKARTA, Investigasi.today – Disampaikan Minggu 9/12 oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dr. Suriyanto PD., SH., MH., M.Kn. menghimbau kepada siapapun calon Pemimpin yang sering hina Wartawan April 2019 Mendatang tidak usah di pilih.

Pasca Reuni 212 yang digelar oleh umat Islam di Monas Jakarta Ahad 2/12/18,menyisakan Perdebatan semua Pihak. Pasalnya Calon Presiden Urutan 2 Prabowo Subianto yang ikut hadir dalam acara tersebut dan setelah acara usai mantan Jendral Kopasus di Era Orde Baru itu naik pitam pada Jurnalis Indonesia karena minimnya media mempublikasikan acara Reuni 212 minggu lalu.

Sebelumnya, Prabowo menuding pemberitaan di media sebagian besar memublikasikan berita bohong. Prabowo pun mengajak publik tak usah lagi menghormati jurnalis yang bekerja mewartakan berita.

“Pers ya terus terang saja banyak bohongnya dari benarnya. Setiap hari ada kira-kira lima sampai delapan koran yang datang ke tempat saya. Saya mau lihat bohong apalagi nih,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menuding jurnalis dan media bagian dari antek-antek yang ingin menghancurkan demokrasi di Indonesia. Prabowo menuding sikap media yang tidak memberitakan acara reuni 212 tak objektif.

“Boleh kau cetak ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Enggak usah saya sarankan kalian hormat sama mereka lagi, mereka hanya anteknya orang yang ingin menghancurkan Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dr. Suriyanto PD., SH., MH., M.Kn. di konfirmasi Investigasi.today Sabtu 9/12/18 angkat bicara, Dua satu dua sudah berlalu dan menyisakan perdebatan banyak pihak.
Ada yang pro dan ada yang kontra. Akibat reuni ini dilangsungkan menjelang pilpres.

“Menurut saya tidak ada yang perlu diperdebatkan atau dimarahkan oleh tokoh manapun masalah diliput atau tidak diliput,diberitakan atau tidak diberitakan…karena perbuatan baik tak selamanya harus dipublikasikan,”.

“212 itu doa kita umat Islam kepada Allah untuk kebaikan bangsa kita dan umat Islam khususnya serta semua umat bangsa ini, Tidak ada hal yang perlu diperdebatkan dan dimarahkan…semoga Allah yang maha tau seisi bumi ini yang menilai bukan umat ciptaan nya,”.

Selain itu orang yang menjadi Nomer satu di Organisasi PWRI seluruh Nusantara itu menghimbau kepada siapapun calon Pemimpin di negeri ini yang seringkali menghina Wartawan April 2019 mendatang tidak usah di pilih,”Pintanya.

Di media sosial sangat ramai di perbincangkan terkait kemarahan calon Presiden urut 2 itu menuai polemik pro dan Kontra. (Utsman)