Pemprov Jambi Genjot Peningkatan Produksi Komoditi Unggulan

0

Jambi, investigasi.today – Pemerintah Provinsi Jambi mengupayakan peningkatan produksi komoditi unggulan di sektor pertanian tahun 2022.

“Komoditi unggulan yang dianggap mampu meningkatkan produksi pertanian daerah diperkuat kembali oleh Pemerintah,” kata Gubernur Jambi Al Haris, Senin (10/1).

Gubernur Al Haris ingin petani di Provinsi Jambi tetap produktif meski masih berada di masa pandemi COVID-19. Bahkan ia meminta agar petani lebih giat dalam meningkatkan produksi pertanian.

Al Haris menjelaskan produk-produk pertanian Provinsi Jambi memiliki kualitas yang sangat baik. Bahkan produk pertanian Jambi sudah dapat bersaing dengan produk pertanian di luar daerah provinsi Jambi yang memiliki produk unggulan pertanian di Indonesia.

“Begitu pula dengan produksi pertanian Jambi yang tidak kalah dengan produksi di luar daerah Provinsi Jambi, produk pertanian Jambi sudah bisa bersaing dengan produksi pertanian di luar Jambi,” kata Al Haris.

Gubernur Jambi meminta agar produksi pertanian Jambi dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah Provinsi Jambi tidak perlu impor dari daerah luar Provinsi Jambi.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah itu melalui program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake). Dimana program bantuan keuangan untuk setiap kecamatan di Provinsi Jambi tersebut turut di alokasi dana untuk peningkatan produksi pertanian di masing-masing daerah.

Tidak hanya produksi pertanian, produksi perkebunan di Provinsi Jambi pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Begitu pula dengan komoditi perkebunan yang di ekspor ke luar negeri.

Berdasarkan data IQFAST, volume ekspor komoditi perkebunan yang melalui Provinsi Jambi dari Januari hingga November 2021 mencapai 1.423.478 ton, meningkat 52,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Dimana pada periode yang sama pada tahun 2020 ekspor komoditi perkebunan yang melalui Jambi sebesar 934.494 ton.

Hal tersebut sejalan dengan peningkatan nilai ekspor komoditi perkebunan Provinsi Jambi dari Rp3,51 triliun pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp5,89 triliun pada tahun 2021. Atau meningkat sebesar 67,73 persen.

Dan pada akhir tahun 2021, tepatnya pada tanggal 31 Desember, Provinsi Jambi menutup ekspor produk pertanian ke 12 negara senilai Rp202,6 miliar. 12 negara tujuan ekspor produk pertanian tersebut diantaranya Bangladesh, Cina, India, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Rusia, Singapura, Thailand, Taiwan dan Vietnam.

Adapun komoditas pertanian yang di ekspor diantaranya gambir, karet olahan, kayu karet, kayu olahan, pinang biji, kelapa bulat, kopra, kopi, kulit manis dan cangkang sawit. (Bahar S)