Penutupan Tambak Desa Penambangan oleh Satpol PP Kab.Probolinggo terkesan ada unsur intimidasi.

0

Probolinggo, Investigasitop.com- Penertiban
tambang galian c oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo yang
berakibat penutupan kegiatan reklamasi untuk pebangunan tambak intensif milik
Kepa Desa Penambangan, Hasanuddin, SH.

Alasan penutupan kegiatan pengurukanu untuk tambak karens tidak berijin.
Pada saat Investigasi mencari informa, wakil pemilik tambak menyatakan bahwa
tambkny sudah memiliki ijin.
“Tambak ini sudah memiliki ijin lengkap. Mulai dari amdal, ho, imb,
kami sudah memiliki ijin.” terangnya.

Setelah dari tambak, Satpol PP dengan didampingi Unit Sabhara langsng menuju
lokasi tambang diwilayah Pajarakn. Di Pajarakan terdapat tiga lokas tambang. Di
Desa Gerongan/Satriyan, di Desa Solo Godik, dan di  Desa Sologodik Wetan.
Namun dari ketiga tambang tersebut yang didatangi cuma dua desa. Sedangkan
satu tambang yang berada di Desa Solo Godik  Wetan yang berlabel Tambag
Pasir Bumi Mulya tidak didatangi. Satpol PP dan Unit Sabhara Polres Probolinggo
tidak hanya mendatangi lokasi tambak, namun juga menutup tambang tersebut dan
memberi pita pembatas.
Dengan adanya hal ini terlihat adanya tindakan ‘tebang pilih’ dari Satpol
PP. Saat Kepala Satpol PP di konfirmasi via telepon selular mengatakan bahwa
tambang tersebut sudah mimiliki ijin.
Dilokasi tambang di Desa Solo Godik sempat terjadi ketegangan antara Anggota
Satpol PP dengan AnggotaLSM Lira, hal ini terjadi karena penutupan tambang
tersebut dianggap tidak prosedural dan terdapat indikasi tebang pilih.

Nyatanya pada saat Infestigasi mengikuti kegiatan Satpol PP, satpol pp tidak
mendatangi Tambang Pasir Bumi Mulya.

Bupati Lira Kabupaten Probolinggo atas kejadian ini akan mepermasahkan
kegiatan ini. “Saya sangat menyayangn tindakan SatpolPP yang melakukan
pentupan secara tebang pilih”.  Ujar Syamsuddin Bupati Lira. (Didit)