
GRESIK, Investigasi.today – Ketahanan industri pupuk bukan sekadar persoalan produksi dan distribusi. Di balik keberlangsungan industri strategis tersebut, terdapat kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga pasokan pupuk, menopang produktivitas pertanian, dan memastikan ketahanan pangan nasional.
Kesadaran terhadap pentingnya sinergi antarlembaga itu mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Timur, Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo, ke PT Petrokimia Gresik (Persero), Senin (2/11/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob. Pertemuan ini menjadi momentum mempererat komunikasi kelembagaan sekaligus membangun sinergi dalam mendukung keberlanjutan industri strategis nasional.
Bagi Petrokimia Gresik, keberlangsungan operasional perusahaan memiliki arti penting bagi sektor pertanian. Sebagai salah satu produsen pupuk nasional, perusahaan ini memikul tanggung jawab menjaga keandalan produksi dan mendukung ketersediaan pupuk bagi petani.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengapresiasi kunjungan Kabinda Jatim tersebut. Ia menilai komunikasi yang terbuka dan hubungan kelembagaan yang baik menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika serta tantangan industri yang terus berkembang.
“Kami menyambut baik kunjungan dan silaturahmi ini sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi serta membangun hubungan kelembagaan yang semakin erat. Kami meyakini bahwa sinergi dan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujar Daconi.
Menurutnya, tanggung jawab Petrokimia Gresik tidak berhenti pada pencapaian target produksi. Perusahaan juga harus memastikan keandalan fasilitas, kelancaran operasional, serta keberlanjutan usaha agar kontribusinya terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, kami terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar perusahaan dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi petani, masyarakat, dan negara,” tambahnya.
Daconi juga menekankan pentingnya membangun hubungan antarlembaga yang dilandasi komunikasi terbuka, konstruktif, serta saling menghormati tugas dan kewenangan masing-masing.
Di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus mendukung kepentingan nasional.
Melalui kunjungan tersebut, Petrokimia Gresik berharap hubungan kelembagaan dengan BIN Daerah Jawa Timur semakin erat. Sinergi itu diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan menciptakan ruang kolaborasi positif sesuai fungsi serta kewenangan masing-masing lembaga.
Pada akhirnya, keberlanjutan industri pupuk bukan hanya menyangkut kepentingan perusahaan, melainkan juga berkaitan langsung dengan kepentingan petani dan ketahanan pangan Indonesia. (Ink)


