Ribuan Warga Unjuk Rasa, PT Jebe Koko Akhirnya Tutup Sementara

0

GRESIK, investigasi.today – Setelah didemo ribuan warga, PT Jebe Koko akhirnya menghentikan aktivitas produksinya sampai perusahaan pengolahan biji kakao tersebut mampu menghilangkan polusi bau tidak sedap.

Hal tersebut disampaikan oleh General Affairs & External Relations PT Jebe, Koko Ditya Rachmawati usai proses mediasi antara pendemo dan pihak perusahaan asing milik Malaysia itu di Pendopo Kantor Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

“Sesuai kesepakatan kami akan off sementara sampai perbaikan selesai,” kata Ditya, Jum’at (13/7).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan warga Manyar melakukan aksi demo di pabrik Jebe Koko lantaran perusahaan ini dinilai tidak ramah lingkungan. Bau tidak sedap yang terus menerus dikeluarkan pabrik ini dirasa sangat mengganggu warga. Tidak sedikit diantara warga mengalami mual dan sesak napas.

Para pendemo berkumpul di Masjid Manyar, lalu berjalan kaki menuju PT Jebe Koko yang beralamat di Kawasan Industri Maspion Blok SE, Jl. Raya Manyar KM 25 Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Ditya mengklaim, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan warga, terkait komplain bau tidak sedap. “Aspirasi masyarakat kami dengarkan. Intinya kami tidak ada maksud untuk menganggu lingkungan atau membuat tidak nyaman masyarakat,” jelasnya.

Koordinator aksi, Shofwan Hadi mengatakan, bau tidak sedap ini sudah yang ditimbulkan oleh PT Jebe Koko sudah lama dirasakan warga.

“Sudah tahunan kami menderita, gara-gara polusi pabrik,” ungkap Shofwan.

Banyaknya massa aksi sempat membuat kemacetan panjang di depan perusahaan Jebe Koko. (Ink)