Sambangi Pesantren Modern Internasional Dea Malela, JK; Indonesia Jadi Contoh Kehidupan Toleransi Dunia

0
Wapres Jusuf Kalla saat memberikan sambutan di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

Sumbawa, Investigasi.today – Dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar, Indonesia yang mempunyai keberagaman suku, agama, dan ras, menjadi contoh kehidupan toleransi bagi negara lain di dunia. Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengunjungi Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/8).

“Kita tidak menyadari, banyak negara di dunia ini yang justru ingin mencontoh kehidupan keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

“Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi nilai lebih untuk menyebarkan kehidupan toleransi kepada dunia, khususnya karena negara-negara Islam di Timur Tengah sudah runtuh akibat perang,” ungkapnya.

JK menambahkan Indonesia tidak lagi mengirimkan mahasiswa-nya untuk belajar agama Islam ke Afganistan, Suriah, Libya, Irak, dan Yaman, karena negara-negara Islam tersebut tidak bisa dijadikan patokan Islam “wasathiyah”.

JK saat peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pesantren

“Harapan dunia Islam, khususnya harapan kita semua. Indonesia mempunyai peran besar, sebab negara kita menganut wasathiyah yang moderat,” tandasnya.

JK menekankan untuk mewujudkan Islam jalan tengah, di Indonesia perlu kehadiran sekolah berbasis Islam atau pondok pesantren yang mengajarkan konsep moderasi tersebut.

“Islam wasathiyah bukan hanya dipraktikkan di Indonesia, tapi juga diajarkan dengan cara mendidik generasi muda, mendidik siswa-siswa dari berbagai bangsa yang mempunyai pemahaman sama” jelasnya.

Tidak hanya meninjau Pesantren Modern Internasional Dea Melala, JK juga meresmikan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pesantren yang berada di Desa Pamangong, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, NTB.

Dalam kesempatan tersebut, JK yang didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Internasional Dea Malela, Din Syamsuddin, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga menyempatkan bersilaturahmi dengan pengurus Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, tenaga guru, santri dan santriwati, serta wali santri. (Ink)