Sunday, September 20, 2026
HomeBerita BaruJatimSempat Hilang di Bawean, WNA Swiss Ditemukan Selamat: Motor dan Ransel Jadi...

Sempat Hilang di Bawean, WNA Swiss Ditemukan Selamat: Motor dan Ransel Jadi Petunjuk, Polisi Sisir Kastoba

GRESIK, Investigasi.today — Hilangnya seorang warga negara asing (WNA) asal Swiss di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, sempat memicu kekhawatiran. Kontak terputus, kendaraan ditemukan dalam keadaan ditinggalkan, sementara keberadaannya tidak diketahui.

Situasi itu membuat pencarian harus dilakukan cepat.

Philip Messmer (37), wisatawan asal Swiss, akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat pada Minggu (20/9/2026) siang, setelah tim gabungan melakukan penyisiran sekitar dua jam.

Kasus ini bermula ketika pemilik homestay di Dusun Taubat, Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Buang Sari (50), mendatangi Mapolsek Tambak sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia melaporkan salah satu tamunya, Philip, yang sebelumnya diketahui meninggalkan homestay tanpa memberi tahu tujuan perjalanan.

Philip diketahui tiba di Pulau Bawean menggunakan Kapal Express Bahari pada Kamis (10/9/2026). Ia memesan kamar hingga 17 September.

Namun pada Jumat (18/9/2026), Philip meninggalkan homestay dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih.

Masalah muncul ketika telepon Philip tidak lagi aktif sejak Jumat malam.

Kekhawatiran semakin besar karena sebelumnya Philip sempat menyampaikan rencana untuk mengunjungi kawasan Danau Kastoba.

Pihak homestay kemudian berupaya mencari informasi. Rekannya, Hariri, warga Dusun Candi, Desa Paromaan, ikut melakukan penelusuran.

Dari sinilah petunjuk penting ditemukan.

Sepeda motor yang digunakan Philip bersama sebuah ransel miliknya ditemukan terparkir di samping sebuah rumah kosong di dusun tersebut.

Philip tidak berada di lokasi.

Temuan kendaraan dan barang pribadi itu menjadi titik awal pencarian.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Polsek Tambak. Kapolsek Tambak Iptu Ekwan Hudin langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian bersama unsur terkait.

Tim gabungan melibatkan anggota Polsek Tambak, Koramil Tambak, petugas BKSDA Bawean, Kepala Desa Paromaan, serta warga setempat.

Penyisiran diarahkan ke kawasan sekitar Danau Kastoba dan sejumlah jalur yang diduga dilalui Philip.

Langkah cepat itu membuahkan hasil.

Sekitar dua jam setelah pencarian dimulai, tepatnya pukul 13.30 WIB, petugas menemukan Philip di kawasan jalan Dusun Pasar Telaga, Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura.

Ia ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pencarian bersama tim gabungan. Sekitar dua jam kemudian, yang bersangkutan berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat,” ujar Kapolsek Tambak Iptu Ekwan Hudin, Minggu (20/9/2026).

Philip kemudian diamankan sementara ke Mapolsek Tambak untuk dimintai keterangan.

Dari hasil klarifikasi, tidak ditemukan indikasi bahwa Philip menjadi korban tindak kriminal. Kepada petugas, ia mengaku memang sengaja menjelajahi Pulau Bawean.

Agenda kedatangannya ke Bawean, kata Philip, memang untuk mengeksplorasi keindahan alam pulau tersebut.

Dengan demikian, laporan “hilang” yang sempat memicu pencarian tersebut berakhir tanpa korban.

Namun peristiwa ini sekaligus memperlihatkan tantangan tersendiri dalam aktivitas wisata alam di Bawean. Kawasan Danau Kastoba berada di bentang alam yang relatif terpencil dan merupakan bagian dari ekosistem penting Pulau Bawean. Direktorat Jenderal KSDAE juga mencatat kawasan Kastoba memiliki nilai ekologis penting dan menjadi bagian dari habitat berbagai spesies air tawar Bawean. (KSDAE Keuangan Hutan dan Kehutanan⁠)

Dalam konteks keselamatan wisatawan, terputusnya komunikasi dan ditemukannya kendaraan serta barang pribadi tanpa pemilik dapat dengan cepat berubah menjadi situasi darurat—terlebih ketika lokasi berada di kawasan alam dengan akses dan medan yang tidak sederhana.

Kasus Philip akhirnya berujung lega.

Setelah kondisi fisiknya dipastikan prima, ia memilih tidak kembali ke homestay sebelumnya dan melanjutkan penjelajahannya di Pulau Bawean.

Polsek Tambak mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan bantuan kepolisian agar segera melapor melalui Call Center Polisi 110 atau kanal pengaduan Lapor “Cak Rama” Kapolres Gresik di 081188002006.

Respons cepat menjadi kunci. Sebab dalam kasus orang yang kehilangan kontak di kawasan wisata alam, setiap menit dapat menentukan apakah sebuah laporan berakhir sebagai kekhawatiran semata atau berkembang menjadi operasi pencarian yang lebih besar. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular