Sosialisasi Pencegahan Virus Corona, Bupati Gresik Hadirkan 2.500 Key Person

0
Bupati Sambari saat memberikan sambutan sosialisasi pencegahan virus corona

Gresik, investigasi.today – Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menghadirkan 2.500 key person dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik, mulai dari kepala sekolah TK hingga SMA sederajat, kepala desa/lurah, kepala Puskesmas, serta camat. Ribuan key person ini mengikuti “Sosialisasi Upaya Pencegahan Virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Gresik” Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) II di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Selasa (10/3).

Hadir sebagai pembicara dr. Soedarsono, spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana.

Sambari dalam sambutannya mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik, dan atau takut berlebihan terkait penularan virus Corona di Indonesia. Namun, masyarakat tetap harus waspada.

Ia juga berpesan kepada seluruh key person yang hadir dalam sosialisasi untuk menginformasikan materi yang disampaikan kepada pembicara kepada masyarakat dari berbagai lapisan.

“Kepala sekolah harus menyampaikan atau menggetok-tularkan hasil sosialisasi ini kepada peserta didik dan walimurid, kepala desa dan lurah kepada RT/RW, Kepala Puskesmas menggetok-tularkan hingga ke pendamping Posyandu. Intinya, seluruh masyarakat Gresik harus memahami upaya pencegahan virus ini,” terangnya.

Ribuan peserta saat menghadiri sosialisasi upaya pencegahan virus corona

Salah satu upaya pencegahannya menurut Sambari adalah dengan menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima. “Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk melaksanakan hidup sehat dengan memakan makanan sehat bergizi, istirahat dan berolahraga yang cukup. Yang lebih penting selalu mencuci dengan sabun sesering mungkin usai beraktivitas,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Jatim, dr. Herlin Ferliana mengapresiasi upaya sigap Bupati Gresik ini. Ia berharap, Gresik harus selalu terjaga dari mewabahnya virus dengan nama lain COVID-19 ini, karena semua lini telah disosialisasikan pencegahannya, melalui key person.

“Dalam tubuh yang sehat, virus akan sulit masuk ke dalam tubuh kita. Karena itu, seluruh jajaran yang ada harus bisa membuat tubuh masyarakat tetap sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan data bahwa hingga detik ini, wilayah Jawa Timur bisa dijaga. Artinya, tidak ada positif terjangkit virus Corona.

dr. Herlina menyampaikan, kasus virus Corona secara global hingga 8 Maret 2020 mencapai 105.586 kasus. Untuk di negara China mencapai 80.859 kasus, dan meninggal 3.100.

“Antara kasus yang ada dengan kematian, sekitar 3 persen. Kasus TBC lebih mematikan. Dan pasien yang sembuh mencapai 72,47 persen, atau 58.600 orang,” ungkapnya.

“Artinya, penderita akibat virus Corona bisa sembuh, masyarakat jangan panik berlebihan. Kendati demikian, tetap kita jaga penyakit ini jangan sampai menular,” katanya.

Saat ini, dr. Herlina berpesan agar seluruh unit kesehatan tidak boleh menolak pasien jika ada orang dalam pemantauan virus ini. (Adv/adr)