Surat Terbuka Fahri Hamzah Untuk Pegawai KPK: Sudah Berakhir, Selamat Menempuh Hidup Baru!

0
Fahri Hamzah

Jakarta, Investigasi.today – Merespon polemik pasca tidak lolosnya para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melayangkan surat terbuka berisi ucapan selamat menempuh hidup baru bagi para pegawai KPK tersebut.

Fahri Hamzah membuka surat terbuka dengan mengutip pernyataan Istri Presiden ke-32 Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt, yakni Anna Elanor Roosevelt.

“Otak BESAR bicarakan IDE. Otak SEDANG bicarakan PERISTIWA. Otak KECIL bicarakan ORANG. (Eleanor Roosevelt),” tulisnya dalam akun instagram miliknya, Senin (31/5).

Selanjutnya Petinggi Partai Gelora tersebut menyoroti adanya reaksi berlebihan para pegawai KPK yang menurutnya justru mengesankan bahwa lembaga tersebut telah berubah menjadi sebuah instansi politik.

“Bereaksi berlebihan membuat kalian ketahuan bahwa selama ini memang lembaga penegak hukum itu telah lama menjadi lembaga politik yang penuh intrik dan persaingan,” ungkapnya.

“Kami rakyat hanya disuguhi opera sabun. Masalah tidak selesai, tapi tetap harus tepuk tangan,” lanjutnya.

Fahri yang semasa muda pernah menjadi aktivis tersebut juga mengaku dulu sempat marah-marah melihat perilaku para pegawai KPK. Hanya saja, kemarahan tersebut menurutnya seolah tidak didengarkan oleh para pegawai KPK lantaran tetap bermanuver politik.

“Tapi ampun deh, lagi banyak yang tepuk tangan semua dianggap lawan kalau berbeda pandangan. Sikat aja semua seolah dunia milik kalian saja sendiri,” ucapnya.

Kemudian Fahri menegaskan bahwa kini masa pegawai KPK tersebut telah berakhir dan saatnya memberikan kesempatan bagi generasi baru.

Menurut Fahri Hamzah, jika para pegawai KPK tersebut memilih hendak berpolitik. Terdapat tiga arena yang bisa ditempuh, yakni LSM, media, dan partai.

“Ada tempat bagi pribadi seperti kalian yang enggak mau diatur dan tidak suka dikangkangi aturan. Jadilah politisi di dunia bebas merdeka, jadi aktifis, bisnis, atau politisi. Lebih cocok karena dunianya adalah dunia persaingan, tidak teratur,” tegas dia.

Aktivis 1998 tersebut menjelaskan, dalam dunia politik, semua pihak berusaha bersaing untuk menang dan terkadang aturan menjadi nomor kesekian. Hal tersebut tentu saja berbeda dengan dunia hukum yang tidak harus menang, tetapi aturan tetap harus tegak.

“Kadang di dunia penegakan hukum mengakui salah, mengakui gagal temukan alat bukti, dan keluarkan SP3. Aturan-aturan baru semacam SP3 inilah yang kalian tolak. Kalian anggap kalian pasti benar, kalian pasti menang,” tuturnya..

Fahri lalu mengajak para pegawai KPK untuk tak lagi berkecimpung dalam manuver-manuver yang bernuansa politik. “Ucapkan selamat datang kepada generasi baru, hentikan berpolitik di lembaga penegakan hukum,” tandasnya.

“Arah Baru penegakan hukum adalah hukum yang terbuka, transparan, imparsial dan bekerja dengan kaedah dan filsafat hukum itu sendiri. Selamat menempuh hidup baru!” pungkasnya. (Ink)