Sunday, July 14, 2024
HomeBerita BaruNusantaraTuntut Pelaku Penusukan Ditangkap, Warga Blokade Jalan Bypass BIL-Mandalika

Tuntut Pelaku Penusukan Ditangkap, Warga Blokade Jalan Bypass BIL-Mandalika

Lombok Tengah, investigasi.today – Puluhan warga Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memblokade Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika, Minggu (4/2/2024). Aksi blokade itu dilakukan dengan membakar ban di tengah jalan.

Koordinator Lapangan Abdussyakur mengatakan warga Desa Segala Anyar kecewa lantaran polisi tak kunjung menangkap pelaku penusukan terhadap salah satu warga bernama Amaq Alus. Selain membakar ban, warga juga memasang spanduk yang berisi ajakan untuk golput pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Ini sebagai bentuk protes kepada aparat kepolisian atas lambannya penanganan kasus pembunuhan (penusukan) saudara Lapur alias Alus,” tegas Syakur.

Syakur menjelaskan blokade jalan menuju Sirkuit Mandalika itu merupakan aksi lanjutan setelah warga menggeruduk Polda NTB pada Rabu (31/1/2024). Ia berharap pemblokiran jalan itu mendapat atensi dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo hingga Presiden Joko Widodo.

“Masyarakat Desa Segala Anyar menjunjung tinggi kesepakatan perdamaian yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu. Namun upaya agar mendapatkan keadilan tidak membuahkan hasil oleh keluarga korban,” imbuhnya.

Warga Desa Segala Anyar, Syakur melanjutkan, kecewa dengan janji Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat yang menyatakan bahwa pelaku penusukan itu dapat ditangkap dalam sehari.

“Nyatanya hingga 60 hari peristiwa penusukan Alus nihil,” kata Syakur.

Menurut Syakur, warga Desa Segala Anyar telah sepakat untuk tidak menggunakan hak pilih alias golput pada Pemilu 2024 jika polisi tidak segera menangkap pelaku penusukan tersebut. Warga juga kecewa karena wakil rakyat yang masih menjabat tidak mendengar aspirasi mereka.

“Maka buat apa memilih wakil kembali? Sedangkan yang sudah ada saja tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat belum merespons aksi blokade Jalan Bypass BIL-Mandalika oleh warga Desa Segala Anyar.

Untuk diketahui, penusukan terjadi saat dua kampung di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, terlibat bentrok pada Jumat (8/12/2023) sore. Akibatnya, Jumarim dan Alus luka-luka setelah kena bacok senjata tajam. Alus tewas setelah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.

Bentrokan itu terjadi diduga lantaran ada warga Desa Ketara dipukul di Desa Segala Anyar, Jumat dini hari. Warga berinisial LAW itu diduga mencuri lampu reklame.

Sebelumnya, AKBP Iwan Hidayat membantah lambatnya penanganan kasus penusukan Alus di Lombok Tengah. Dia menegaskan polisi terus berproses untuk menangkap pelaku. Menurutnya, pelaku sulit ditangkap karena minimnya saksi.

“Ketiadaan saksi jadinya kita harus kerja ekstra mengungkap itu. Karena sebetulnya keluarganya sudah paham terkait itu. Sudah kasi penjelasan,” ungkap Iwan melalui sambungan telepon, Rabu (31/1). (Iskandar)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular