Vaksin Corona Masih Uji Klinis dan Beredar Tahun Depan, Pemerintah: Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

0
Ilustrasi

Jakarta, Investigasi.today – Meski vaksin Corona buatan Sinovac dari China telah tiba di Indonesia, namun Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena, vaksin yang saat ini dalam tahap uji klinis tersebut baru tahun depan akan diedarkan.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir mengatakan
“Vaksin Corona baru bisa beredar di awal tahun depan. Jadi dari sekarang sampai awal tahun depan penting sekali disiplin yang ada di masyarakat,” ungkapnya di kanal YouTube Setpres, Selasa (21/7).

Erick meminta masyarakat untuk tak lengah akan bahaya virus Corona, oleh sebab itu masyarakat harus tetap menjaga pola hidup sehat, selalu waspada dan menjaga jarak, memakai masker hingga rajin mencuci tangan.

“Jangan juga masyarakat berasumsi ketika ada suasana yang sekarang positif, apakah itu vaksin, apakah itu penyembuhan meningkat, sudah waktunya kita hidup seperti normal yang dulu. Bukan,” tandasnya.

Menteri BUMN ini menegaskan adanya vaksin Corona ini bukan berarti masyarakat sudah bisa kembali hidup normal seperti dulu kala. Namun, masyarakat harus sadar pentingnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Disiplin protokol kesehatan harus terus dijalankan, bantu kami semua yang mengerjakan mati-matian demi masyarakat sesuai arahan Bapak Presiden. Vaksin ini kita pastikan akan ada, tapi saya mohon masyarakat juga berdisiplin supaya kita bisa terus mengantisipasi,” tegasnya.

Erick juga memastikan bahwa pemerintah terus mencari terapi kesembuhan untuk Covid-19. Karena hal itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Biofarma juga akan memastikan memproduksi obat untuk terapi kesembuhan, karena ditanya obatnya apa pastikan belum ada. Tetapi terapi penyembuhan terus kita lakukan dan insyaAllah sesuai dengan komitmen daripada pemerintah dan Bapak Presiden, kita akan lakukan hal ini sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat semua,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk vaksin Corona dan saat ini Kemenkes telah menyiapkan personel untuk melakukan imunisasi vaksin Corona.

“Kemenkes sudah menyiapkan personel untuk melakukan imunisasinya dan juga menyiapkan penganggarannya. Itu akan kami bahas bersama dengan Kementerian Keuangan dan mudah-mudahan semua berjalan lancar dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Uji Klinis Vaksin Virus Corona Prof Kusnandi Rusmil menjelaskan uji klinis rencananya akan selesai bulan Januari 2021. Ada 1.620 sampel yang diuji.
“Setelah itu selanjutnya akan dilakukan tindakan-tindakan penyuntikan yang akan dilakukan oleh departemen kesehatan,” terang Kusnandi.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendampingi proses uji klinis. Saat ini uji klinis vaksin Corona berada pada fase 3 atau tahap lanjut. Karena sebelumnya fase 1 dan fase 2 atau pra-klinis sudah dilewati vaksin tersebut.

“Tentu saja BPOM menjamin protokol dari uji klinis ini valid. Kami akan dampingi proses uji klinis ini sehingga nanti ada percepatan dalam pemberian izinnya, izin edarnya. Juga secara paralel proses produksi yang akan dilakukan oleh Biofarma sudah akan kami dampingi dikaitkan dengan fasilitasnya,” tegas Penny.

Sementara itu, Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya saat ini sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun. Nantinya, dosis tersebut akan terus ditingkatkan.

“Hingga saat ini kami sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun. Kita akan expand menuju 250 juta dosis per tahun. Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari, pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun,” jelasnya. (Ink)