Diduga Uang Hasil Penggelapan untuk Berangkatkan Umroh dan Beli Rumah

0

Surabaya, Investigasi.today – Sidang Penipuan dan Penggelapan yang di duga dilakukan oleh terdakwa Drs.EC Hadi Purnomo (33) warga Pakis Wetan 2/11 Surabaya.

Sidang kali ini beragendakan Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Yaitu Winarko SH.

Dari Ke enam Saksi yang di hadirkan JPU diantaranya: 1. Soewartojo , 2. Drs.H. Moch Hatta Arifin, 3.Moch Zachri, 4. EDI Priono, 5.Djojodjumeno, 6. Ruminarsih.S.Sos

Dari ke 6 saksi  ini merupahkan warga  Surabaya yaitu 5 orang tetangga terdakwa  yaitu 

dan 1 Orang pemilik rumah  yang pernah di beli oleh terdakwa.
Dalam fakta persidangan dari ke 5 saksi  menjelaskan .bahwa dulunya terdakwa merupahkan ketua RW di Pakis Wetan.

Bahkan terdakwa merupahkan orang yang sangat sosial di warganya.ada 3 orang yang pernah di Umrohkan, bahkan membantu Gapuro buat kampung.

Dari mana uang yang didapatkan untuk Sosial kelima saksi tidak tahu, saksi hanya mengetahui bahwa terdakwa mempunyai Bisnis usaha menyewahkan alat alat pesta dan Catering ” Mitra Mutiara ” yang diketahui oleh saksi bahwa  didepan rumahnya ada papan nama yang dianggap  saksi merupahkan usaha dari terdakwa.

Untuk pekerjaan Terdakwa yang sesungguhnya Saksi Tidak Tahu.Ungkap ke 5 saksi di persidangan.Kamis,( 8 Agustus 2019 ).

Beda dengan saksi Ruminarsih didalam fakta persidangan saksi merupahkan pemilik Rumah yang terletak di Dukuh Kupang . Rumah tersebut di beli terdakwa secara Kontan dengan harga Rp 360 juta  dan di balik nama Istrinya .langsung sampai ke notaris dibayar kontan semua, sedangkan Rumah y├áng dibeli terdakwa dirombak menjadi Gudang , masalah uang dari mana kita tidak tahu, ”  ungkap Saksi di persidangan .

Dari ke 6 Saksi Keterangannya sangat menyudutkan terdakwa, dimana dugaan pemakaian uang Perusahaan dari PT . Hasjrat Abadi  yang  diduga digelapkan oleh terdakwa.

Perkara ini terkuak lantaran adanya Pemeriksaan pengajuan dari Pusat perusahaan PT. Hasjrat  Abadi terkait laporan Anggaran.

Setelah itu perusahaan pusat dari PT Hasjrat Abadi menurunkan Tim yaitu Aris dkk untuk Menyelidiki terkait Anggaran yang diajukan oleh terdakwa dari tahun 2012 sampai 2019 ada dugaan penyimpangan Kurang lebih Rp 19, 375.627.973;.

Setelah diajak Mediasi atau kekeluargaan oleh PT Hasjrat Abadi melalui Aris yang diberi kuasa oleh perusahaan PT, Hasjrat Abadi Terdakwa hanya mengembalikan uang senilai Rp 1.309.000.000.

Modus terdakwa melakukan Penipuan dan penggelapan dengan cara terdakwa menuliskan pada warkat Bilyet Giro Nomor Rekening dan atas nama tujuan bukan rekan perusahaan ( PT.Hasjrat Abadi ) melainkan ke rekening pribadi sehingga PT. Hasjrat Abadi mengalami kerugian sebesar Rp 19.375.627.973 ; akibat Perbuatannya terdakwa di jerat pasal 372 Kuhp dan pasal 378 KuHp, Sementara Terdakwa harus tidur di Hotel Prodeo.

Seperti diterangkan pada Pasal 372 Kuhp ; Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Sedangkan pasal 378 Kuhp yaitu ; Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. (Sri)