Masyarakat Sangat Antusias dan Berharap Pasangan Djarot – Sihar Pimpin Provinsi Sumut

0

Medan, investigasi.today – Ribuan masyarakat, pendukung dan relawan yang berada di kota Medan memadati jalan menuju kantor DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang beralamat di Jalan Jamin Ginting No.78, Simpang Selayang Medan, Rabu.

Ukut serta mengantarkan pasangan Djarot Saipul Hidayat dengan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 35 Medan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Pantauan Investigasi, antusiasme masyarakat terhadap pasangan Djarot – Sihar tampak terlihat dari pagi menunggu kehadiran Djarot-Sihar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara. Dengan pengawalan ketat dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot – Sihar ini akhirnya tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, sekitar pukul 16.25 WIB dan pasangan Djarot – Sihar beserta pendukungnya berjalan kaki sekitar 400 meter.

Sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan terhadap Djarot – Sihar, ribuan massa semakin riuh ketika melihat pasangan yang diusung PDIP dengan PPP telah tiba di depan gerbang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Djarot – Sihar disambut dengan pagelaran budaya reog ponorogo khas Jawa yang didatangkan dari Langkat dan Kampung Kolam, Deli Serdang, Selain itu, tarian Karo juga mengiringi kedua pasangan tersebut.

Selanjutnya pasangan Djarot – Sihar duduk di tenda yang sudah disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara untuk menunggu panggilan masuk mengikuti proses pendaftaran sebagai bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara Periode 2018 – 2023.

Sekitar lima menit kemudian, Djarot – Sihar dipanggil masuk untuk melakukan proses pendaftaran. Pasangan ini tampak ditemani oleh pimpinan partai politik pendukungnya, yakni PDIP dan PPP. Diketahui, Djarot dan Sihar maju didukung dua parpol dengan dukungan 20 kursi di DPRD Sumut.

Di lokasi terpisah, para sukarelawan dan pendukung Djarot – Sihar yang mengatasnamakan diri ‘Simpatisan Sahabat Djarot untuk Sumatera Utara’ ini mengklaim diri bukan bagian dari partai politik yang mendukung Djarot – Sihar. “Kami kami murni hadir ke sini karena ingin Pak Djarot memimpin Sumatera Utara,” ungkap Salahuddin, salah satu perwakilan dari simpatisan Sahabat Djarot.

“Ya kalau dia (Djarot – Sihar) Pro Rakyat, memang benar-benar ingin merubah wajah Sumut menjadi lebih bersih dan lebih transparan, ya tentu kita sambut baik niatan itu. Terlebih Sumut memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat korupsi tertinggi di Indonesia, dan itu memang harus dibenahi”, ucap Salahuddin kepada Investigasi, beberapa hari yang lalu.

Adanya tanggapan masyarakat yang mengatakan bahwa Djarot bukan merupakan putra daerah Sumut, dan menjadi salah satu faktor yang membuat Djarot sulit untuk menduduki pemerintahan di Sumut, hal itu dibantah oleh Salahuddin.

“Ya, masalah putera daerah kan sebenarnya bukan masalah. Siapapun dia, agama dan suku apapun dia, selama dia putera bangsa, warga negara Indonesia, dan dia mampu membangun daerah itu menjadi lebih baik, ya kenapa tidak. Kita lihat saja Jakarta, kita bercermin dari sana, bagaimana ketika itu pak Jokowi yang bukan putera daerah DKI Jakarta, namun bisa terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dan merubah Jakarta menjadi lebih baik. Itu pula lah yang kita harapkan di Sumut ini,” Jelas Salahuddin.

Salahuddin mengatakan, siapapun calon Gubernur yang lolos untuk maju di PilGubsu nanti, baik dia putera daerah ataupun tidak, dia harus punya visi dan misi yang jelas untuk Sumatera Utara. Dan bukan hanya visi misi diatas kertas, tapi memang harus benar – benar bekerja nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di Sumut.

“Mau calonnya putera daerah ataupun tidak, yang jelas mereka harus orang yang mau bekerja keras dan punya kemampuan untuk membuat Sumut menjadi jauh lebih baik. Jangan kita biarkan lagi Sumut ini dinilai sebagai Provinsi yang punya nilai negatif dimata masyarakat Indonesia,” terangnya.

Dikatakannya, semua niatan baik oleh seluruh pasangan calon Gubernur Provinsi Sumatera Utara harus dihargai dan di apresiasi. Namun tentu, itu saja tidak cukup, pemilih harus memilih dan mendukung yang sesuai dengan hati pemilih masing – masing, yang dikarenakan oleh kemampuan calon tersebut.

“Masyarakat sekarang sudah cerdas lah, memilih itu pakai logika dan juga pakai hati. Memilih itu harus secara objektif, tidak lagi secara subjektif, memilih karena kita yakini calon itulah memang yang kita anggap mampu untuk menjadikan Sumut kita tercinta ini jadi lebih baik”, pungkasnya. (MARIA BATUBARA,SE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here