Miris, Oknum Guru MI Swasta di Dukun Gresik Sodomi Siswanya

0


Ilustrasi

GRESIK, Investigasi.Today – Dunia pendidikan di Kabupaten Gresik kembali tercoreng karena ulah seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta ternama di Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur tercoreng karena telah melakukan tindakan asusila terhadap siswanya.

Oknum guru yang ternyata baru enam bulan menikah tersebut berinisial SDK (31) warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dituding telah menyodomi salah seorang siswanya yang duduk di bangku kelas 6 warga Dukun-Gresik.

Tak terima dengan ulah pelaku, ibu korban dengan didampingi keluarganya akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. Kini kasus tersebut telah ditangani oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo melalui Kanit PPA Bripka Slamet membenarkan kejadian tersebut, ada laporan kasus sodomi yang dilakukan oleh oknum guru MI swasta kepada salah seorang siswa laki-lakinya.

“Benar, sudah ada laporan yang masuk. Kita akan tindaklanjuti dan memeriksa saksi-saksinya. Jadi kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Ranting Mentaras, Dukun, Gresik Nikmatul Wasiah saat ditemui mengatakan, bahwa pihak sekolah sudah mengetahui adanya kasus asusila yang dilakukan oleh salah satu oknum gurunya tersebut.

“Pihak sekolah sudah mengetahui persoalan ini. Kita juga sudah berupaya melakukan mediasi dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak. Tapi kasus ini ternyata sudah dilaporkan ke polisi,” ujar wanita yang akrab disapa Bu Ninik ini.

Pasca kasus ini dilaporkan ke polisi, oknum guru SDK tersebut akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pertanggal 22 November 2018. “Jadi sekarang yang bersangkutan sudah tidak lagi mengajar di sini,” ungkapnya.

Ninik juga menyampaikan bahwa dia dan salah seorang guru yang lain sudah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik untuk dimintai keterangan. “Kapan hari kita juga sudah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (Salvado)