Thursday, June 25, 2026
HomeBerita BaruNasionalRumah BUMN SIG Cetak 580 UMKM Naik Kelas, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar

Rumah BUMN SIG Cetak 580 UMKM Naik Kelas, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar

Jakarta, Investigasi.today – Program Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menunjukkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi kerakyatan. Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN Rembang telah mendampingi 580 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang, mencatatkan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,9 miliar, serta menciptakan lebih dari 2.100 lapangan kerja di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

Capaian tersebut menegaskan peran Rumah BUMN Rembang sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan transformasi digital. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, program ini hadir sebagai inkubator bisnis yang membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang pertumbuhan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah sekaligus sumber utama penciptaan lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pasar dan memperkuat daya saing agar UMKM mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Vita Mahreyni.

Hingga akhir 2025, Rumah BUMN Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan dan pendampingan yang mencakup peningkatan kualitas produk, standardisasi usaha, digitalisasi, penguatan merek, hingga strategi pemasaran. Pendekatan terintegrasi tersebut membantu pelaku UMKM menjawab tantangan pasar sekaligus menangkap peluang bisnis yang lebih besar.

Salah satu kisah sukses lahir dari Batik Sekar Mulyo milik Bella Ayu Paramitha. Berkat pendampingan Rumah BUMN Rembang, usaha batiknya berkembang pesat dengan omzet mencapai sekitar Rp100 juta per bulan. Pertumbuhan usaha tersebut turut membuka peluang kerja bagi puluhan tenaga kerja tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

Bagi SIG, Rumah BUMN Rembang tidak sekadar menjadi pusat pelatihan UMKM. Program ini berkembang menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, kolaborasi antarpelaku ekonomi, serta akses pemasaran berbasis digital untuk mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat.

Model pemberdayaan tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Dengan capaian yang terus bertumbuh, Rumah BUMN Rembang kini menjadi salah satu contoh kolaborasi efektif antara BUMN dan masyarakat dalam menciptakan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, SIG akan terus memperluas jangkauan dan dampak program melalui peningkatan kapasitas UMKM, penguatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses ke pasar nasional dan global. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular