
Merek legendaris yang sempat menghilang kembali diluncurkan dengan teknologi baru. SIG menggabungkan kekuatan heritage, inovasi produk, dan kolaborasi bersama PERSIB untuk memperkuat penetrasi di pasar strategis nasional.
Jakarta, Investigasi.today – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi menghidupkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah nama lama, melainkan bagian dari strategi bisnis SIG untuk memperkuat dominasi di salah satu pasar semen terbesar dan paling kompetitif di Indonesia.
Di tengah tekanan industri semen akibat kelebihan kapasitas produksi nasional dan persaingan yang semakin ketat, SIG memilih memainkan kekuatan heritage branding dengan membangkitkan kembali merek yang memiliki ikatan historis dan emosional kuat dengan masyarakat Jawa Barat.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan Semen Kujang merupakan bagian penting dari sejarah pembangunan Jawa Barat yang kini dihadirkan kembali dengan kualitas dan teknologi yang jauh lebih modern.
“Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional,” ujarnya dalam peluncuran Semen Kujang di Bandung, Rabu (5/8).
Keputusan menghidupkan kembali Semen Kujang juga memiliki nilai historis yang kuat. Merek tersebut merupakan semen pertama yang diproduksi di Jawa Barat sejak 1975 melalui PT Semen Cibinong di Narogong.
Kala itu, pabrik berkapasitas 600 ribu ton per tahun diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto dan menjadi tonggak lahirnya industri semen modern di Jawa Barat. Dua tahun kemudian, PT Semen Cibinong juga mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia setelah pasar modal kembali diaktifkan.
Kini, setelah puluhan tahun, SIG membawa kembali Semen Kujang dengan wajah baru melalui produksi anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong.
Produk ini menggunakan teknologi Active Micro Particle, inovasi yang memungkinkan partikel semen mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur beton yang lebih padat, kuat, dan memiliki daya tahan lebih tinggi.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat lebih kuat, hasil finishing lebih halus, dan kualitas pengecoran yang lebih padat.
“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga mengembalikan kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini,” ujarnya.
Strategi Bisnis: Dari Heritage Menuju Loyalitas Pasar
Peluncuran kembali Semen Kujang tidak berhenti pada aspek produk. SIG juga mengumumkan kemitraan strategis bersama PERSIB Bandung, salah satu klub sepak bola dengan basis pendukung terbesar di Indonesia.
Logo Semen Kujang akan menghiasi jersey resmi PERSIB selama tiga musim sebagai bagian dari strategi memperkuat kedekatan emosional merek dengan masyarakat Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut akan diperluas melalui berbagai program komunitas, aktivasi merek, hingga kegiatan bersama suporter sebagai upaya membangun loyalitas konsumen di pasar regional.
Menurut Dicky Saelan, kemitraan tersebut merupakan representasi komitmen SIG untuk terus tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat.
“Kemitraan ini bukan sekadar dukungan terhadap klub sepak bola, tetapi simbol komitmen kami untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.”
Sementara itu, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menilai kerja sama tersebut dibangun atas kesamaan nilai yang dimiliki kedua institusi.
Menurutnya, baik PERSIB maupun Semen Kujang sama-sama memiliki sejarah panjang, akar budaya yang kuat, dan hubungan emosional dengan masyarakat Jawa Barat.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kedua merek, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk semakin bangga terhadap karya anak bangsa serta bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat,” ujarnya.
Momentum Memperkuat Pangsa Pasar
Kembalinya Semen Kujang menunjukkan strategi SIG tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga memanfaatkan nilai historis dan identitas lokal sebagai instrumen memperkuat daya saing.
Di tengah kompetisi industri semen yang semakin agresif, kombinasi antara kualitas produk, kekuatan merek, dan kedekatan emosional dengan konsumen dinilai menjadi modal penting bagi SIG untuk mempertahankan sekaligus memperluas pangsa pasar di Jawa Barat, yang selama ini menjadi salah satu episentrum pertumbuhan sektor konstruksi nasional. (Ink)


