Surat Pencegahan Ke Luar Negeri Sudah Dilayangkan KPK, Selangkah Lagi Zumi Zola Meringkuk Di Penjara

0

Jakarta, investigasi.today – Surat pencegahan ke luar negeri untuk Gubernur Jambi Zumi Zola sudah dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keoada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Ditjen Imigrasi telah menerima Surat Keputusan KPK tentang pencegahan berpergian ke luar negeri atas nama Zumi Zola Zulkifli, pekerjaan Gubernur Jambi periode 2016-2021, pada tanggal 25 Januari 2018 ,” ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno.

Tapi Agung tidak menjelaskan mengenai status hukum dari Zumi Zola. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa pencegahan tersebut untuk kebutuhan penyidikan kasus suap proses pengesahan anggaran APBD Pemprov Jambi tahun anggaran 2018.

“Alasan pencegahan adalah karena keberadaan beliau diperlukan terkait proses penyidikan kasus korupsi menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di provinsi Jambi,” ucap Agung.

Masa pencegahan Zumi Zola akan berlaku hingga enam bulan ke depan.

Terkait dengan penggeledahan penyidik KPK di mobil dinas dan juga rumah dinas Zumi Zola. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku telah meningkatkan penyelidikan baru kasus suap proses pengesahan anggaran APBD Pemprov Jambi ke tingkat penyidikan.

Saut menambahkan penggeledahan tersebut dilakukan jika sebuah kasus telah masuk ke tingkat penyidikan. Di tingkat penyidikan KPK dipastikan sudah mengantongi nama tersangka.

“Kalau sudah sampai geledah udah di tahap apa, (penyidikan) ya sudah kamu jawab itu,” ujar Saut di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu Kemarin.

Saat ditanya tentang status Zumi Zola, Saut masih enggan untuk menyebutkan. Status tersangka baru akan diumumkan KPK dalam beberapa hari ke depan.

“Hasil resminya akan segera kita umumkan beberapa hari ke depan, sabar kan ada SOP,” jelas Saut.

Tentang perkembangan kasus yang menyeret Zumi Zola ini, Saut mengakui ada perkembangan yang signifikan.

“Keterlibatan pihak lain akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan bersamaan dengan penetapan status tersangka”, pungkasnya. (priscilla/bahar suro)