Monday, July 22, 2024
HomeBerita BaruNusantaraTekan Kasus DBD, Dinkes Lebak Ajak Warga Gencarkan PSN

Tekan Kasus DBD, Dinkes Lebak Ajak Warga Gencarkan PSN

Lebak, investigasi.today – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengajak warga untuk menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah setempat.

“Bila dilakukan PSN maka jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti (penyebab DBD) mati dan tidak menularkan kasus DBD itu,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak dr Budi Mulyanto di Rangkasbitung, Senin (25/3).

Pihaknya mencatat 1.184 kasus DBD dengan enam orang dilaporkan meninggal dunia, antara lain karena situasi cuaca yang terkadang berupa curah hujan tinggi namun kemudian berubah panas.

Ia menjelaskan cuaca seperti itu tentu berpotensi berkembang biak populasi nyamuk Aedes aegypti, sebagai penular DBD melalui gigitan.

Ia mengatakan gerakan PSN dengan 3M (Mengubur, Menguras, dan Menutup) barang-barang bekas, menaburkan bubuk larvasida di bak mandi yang terdapat genangan air di lingkungan rumah.

Selama ini, katanya, PSN dinilai lebih murah dan efektif ketimbang mengobati penderita DBD, karena secara langsung dapat memutuskan mata rantai penyebaran kasus DBD. 

Pihaknya menginstruksikan kepada seluruh petugas surveilans puskesmas untuk memantau dan mengendalikan vektor populasi nyamuk Aedes aegepty dengan melakukan kunjungan rumah warga.

Ia menyebut penyebaran DBD cukup mengkhawatirkan sehingga perlu dilakukan pencegahan agar tidak berkembang biak.

Berdasarkan laporan warga Kabupaten Lebak yang teridentifikasi positif DBD hingga 19 Maret 2024, tercatat 1.184 kasus dengan enam di antaranya meninggal dunia, tersebar di 42 puskesmas.

“Kami bekerja keras agar kasus DBD itu tidak menjadikan kasus kejadian luar biasa (KLB), sehingga pencegahannya melibatkan petugas kesehatan maupun komponen masyarakat,” katanya.

Yati (40), warga Maja, Kabupaten Lebak mengatakan terpaksa melarikan anaknya ke RS Kartini Rangkasbitung untuk perawatan medis setelah diketahui positif DBD.

“Kami berharap anak pertamanya itu kembali sembuh setelah dilakukan perawatan medis itu,” kata dia. (Bd)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular