Tidak Memiliki Kantor, Perangkat Desa Panggal Panggal Tetap Semangat Melayani Warga

0

Baturaja, investigasi.today – Panggal Panggal adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Semidang Aji, desa kecil yang belum memiliki kantor desa, tapi tidak mengurangi semangat para perangkat desanya untuk mengabdi sebagai pelayan masyarakat, dengan ide cemerlang dari Bpk. Firli Bastumi selaku Kepala Desa Panggal Panggal, gudang yang berada tepat disamping rumahnya iya bongkar dan rapikan dan beliau sulap menjadi kantor desa.

Tidak sampai hanya disitu saja, Ia pun merubah sistem kerja para perangkatnya dengan menggunakan sistem jadwal piket, perhari minimal tiga perangkat yang harus selalu standbay dikantor, demi untuk mempermudah dalam melayani masyarakat, kantor tidak boleh kosong sama sekali. Ujar Firli Bastumi Senin,(12/2).

Kekompakan perangkat desa dengan masyarakatnya memang sudah selayaknya harus terjalin dengan baik, seperti didesa yang dipimpin Bpk. Firli Bastumi ini.masyaraktnya harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh desa, pemerintah desapun harus melayani masyarakatnya dengan ikhlas.

Banyak desa yang memiliki kantor desa tapi tidak berfungsi, ada perangkat desa nya tapi tidak digunakan, jadi masyarakat yang membutuhkan sulit untuk berurusan dengan pemerintah desa, sedangkan visi misi utama kita kan adalah mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, bukanya mempersulit masyarakat, kurangnya fasilitas bukanlah suatu alasan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, gudang saja bisa menjadi kantor, terus kantor desa tidak boleh kosong biar masyarakat mudah untuk berurusan, biar tidak ada lagi masyarakat yang kecewa dan berkata perangkat desa makan gaji buta, Jelasnya dengan nada yang tegas berwibawa.

Masyarakat pun merasa senang dengan kepemimpinan yang sekarang ini, karna tidak harus malam bila ingin berurusan dengan pemerintah desa, karna kantor selalu buka dari pagi sampai siang, dan selalu ada yang melayani, ujar masyarakat.

Pemerintah pusat memberikan bantuan kepada desa untuk kemajuan masyarakat desa tersebut, begitu juga dengan pemerintah desa, dipilih untuk melayani masyarakat desanya bukan mencari keuntungan dari desanya.(tomi arga)