Buron 3 Tahun, Terpidana Kasus MERR II C Berhasil Ditangkap Tim Eksekutor Kejari Surabaya

0


Teks foto ; Sumargo, terpidana kasus MERR II C saat dikeler petugas

SURABAYA, Investigasi.Today – Setelah 3 tahun dalam pelarian, akhirnya Sumargo, terpidana kasus korupsi pembebasan lahan proyek Middle East Ring Road (MERR) II-C Surabaya berhasil ditangkap tim eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Sumargo diringkus saat berada di persembunyiannya di daerah Bojonegoro, tepatnya di Desa Kunci Kecamatan Dander.

“Setelah kami pantau selama berminggu-minggu, Alhamdullillah jam 8 malam tadi, tim esekutor kami berhasil menangkap terpidana kasus korupsi MERR II-C itu setelah Kadi buronan selama 3 tahun,” ujar Kajari Surabaya, Teguh Budi Darmawan,SH,MH saat jumpa pers didampingi Kasi Intelijen, I Ketut Kasna Dedi, SH, MH dan Kasi Pidsus, Heru Kamarullah, SH, MH, Rabu (22/8) kemarin.

Kajari Teguh mengungkapkan keberhasilan eksekusi tersebut merupakan buah dari kinerja tim Intelijen dan Pidsus Kejari Surabaya.

“Eksekusi ini adalah perintah dari putusan Kasasi, karena terpidana ini (Sumargo) tidak kooperatif saat kami panggil secara patut,” ungkap Teguh.

Dari pantuaan di Kejari Surabaya, rombongan jaksa eksekutor yang membawa Sumargo tiba di Kantor Kejari Surabaya sekitar pukul 21.50 WIB.

Selanjutnya, Sumargo yang turun dari mobil Toyota Innova warna hitam No Pol L 1780 PP dengan tangan terborgol digiring jaksa eksekutor menuju ruang pemeriksaan pidana khusus.

” Sekarang masih dilakukan pemeriksaan untuk melengkapi administrasi,” tandas Kajari Teguh Budi Darmawan.


Teks foto ; Kajari Teguh Budi Darmawan saat memberikan keterangan pers

Usai melengkapi adminstrasi, terpidana kasus korupsi Merr II- C ini akan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surabaya Kelas I Porong di Sidoarjo.

“Malam ini juga Sumargo akan kami serahkan ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman,” pungkasnya Kajari.

Proses administrasi Sumargo berahkir sekitar pukul 23. 15 WIB, selanjutnya Ia digiring petugas ke mobil tahanan Pidus Kejari Surabaya dan dibawa menuju Lapas Porong.

Untuk diketahui, Dalam kasus korupsi pembebasan lahan MERR II C ini, Sumargo berperan sebagai kordinator pembebasan lahan untuk proyek MERR II-C.

Sumargo adalah orang yang ditunjuk oleh Olli Faisol selaku Koordinator satgas pembebasan lahan yang juga pegawai PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya. Ia juga terseret dalam kasus MERR jilid I untuk mengkordinir 40 warga Gunung Anyar yang terimbas pembebasan lahan pada proyek MERR II C tersebut.

Selain Sumargo dan Olli Faisol, Kasus korupsi yang merugikan negara puluhan miliar ini juga telah menyeret 5 orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Djoko Waluyo (ketua pembebasan), Euis Darliana atau Ana selaku PPkm/KPA,, Olli Faisol (koordinator Satgas), Eka Martono S(PPKm/KPA menggantikan Ana), Abdul Fatah, Haddri (keduanya kordinator yang juga ditunjuk oleh satgas pembebasan lahan).

Ke 7 terdakwa pada kasus ini divonis berbeda oleh Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Djoko Waluyo divonis 8 tahun penjara, Olli Faisol divonis 5,6 tahun penjara, Euis Dahlia divonis 16 bulan penjara, Eka Martono dan Abdul Fatah divonis 1 tahun penjara. Sementara Hadri divonis 1 tahun penjara dan Sumargo divonis 3 tahun penjara.

Dalam kasus ini Sumargo sempat ditahan tapi Ia bebas ketika proses mengajukan kasasi, dimana saat itu masa penahanannya telah habis dan Sumargo lepas demi hukum. (Ink/Ml)