Kepala Dinas Kebudayaan Riau Buka Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XVII di Pekan Baru

0

Pekanbaru, Investigasi.today – Di Gedung Pustaka Soeman HS, Pekanbaru Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XVII di buka resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yose Rizal Zein. M.Sn dengan tema menuskrip dan keberagaman budaya Nusantara digelar, Selasa (27/11) kemarin.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yose Rizal Zein. M.Sn berharap kegiatan ini bisa diambil manfaatnya bagi kalangan civitas dan akademika. Melalui sambutan tertulisnya, program literasi naskah ini Riau, tahun 2018 ini sudah sangat baik. Kedepan diharapkan bisa lebih baik lagi. “Program literasi naskah di Riau sudah sangat baik. Maka dari itu kami mengucapkan terimakasih kepada manassa Riau yang selalu melakukan kajian-kajian terhadap naskah naskah di museum dan di daerah Riau,” katanya.

Sementara itu, Ketua Manassa Pusat Dr Munawar Qolil mengatakan, Provinsi Riau merupakan tempat sejarah yang sangat penting. Sehingga menjadi daerah untuk masyarakat pernaskahan Nusantara. “Provinsi Riau memiliki tonggak sejarah yang tak bisa dilupakan, karena banyak naskah- naskah Melayu. Sehingga melalui pertemuan ini, diharapkan kita dapat bersilaturahmi untuk membahas hasil kajian-kajian naskah Nusantara dan juga tentang kebudayaan,” kata Munawar Qolil.

Ketua Panitia Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XVII, Dr Junaidi mengatakan, simposium ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, diantaranya perpustakaan nasional, Pengurus Pusat Manassa, Unilak, Badan Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pariwisata Riau, dan Dinas Kebudayaan Riau serta stakeholder terkait.

Sebanyak 250 pakar pernaskahan dari Indonesia dan luar negeri berkumpul di Pekanbaru, dan menjadi peserta Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XVII. Sejumlah peserta berasal dari Singapura, Belanda, Jerman, Inggris, Australia, sementara dari Indonesia berasal dari Sumatera barat, Jawa, Palembang, dan Kalimantan.

Pelaksanaan simposium berlangsung penuh keakraban, dan terlihat turut dihadiri sejumlah tokoh penting, kemudian Rektor Unilak Dr Hj Hasnati, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Dra Ofy Sofiana M Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dr Hj Rahima Erna MSi.

Beberapa pakar yang hadir dalam simposium dan menjadi pemakalah diantaranya Prof Dr Henri Chamber loir, Prof Dr Omar Fathurrahman, Prof Dr Jam Van Der Putten, Dr Munawar Holil, Dr Pramono, Prof Dr Titik Pudjiastuti, Dr Annnabel dan ketua majelis kerapatan adat LAM Riau Al Azhar.
Sesuai agenda, simposium berlangsung selama dua hari.

Adapun rangkaian acara diantaranya pemaparan 40 makalah dari para peserta, kemudian pameran naskah dari kementerian agama, Universitas Andalas, dan lembaga Dreamsea. Selain itu, turut diadakannya paparan makalah dari Unilak Pekanbaru, Rabu (28/11).
Menurut Dr Junaidi, ditunjuknya Riau sebagai tempat penyelenggaraan simposium, tentunya menjadi sebuah kebanggaan, dan kehormatan bagi akademisi di bumi lancang kuning.

“Kami berharap kegiatan ini meningkat kepedulian kita pada naskah-naskah di Nusantara, di Riau banyak naskah Melayu, mudah mudahan dengan datangnya para pakar dari luar negeri ini mampu meningkatkan kajian naskah naskah internasional,” ungkap Dr Junaidi yang juga ketua masyarakat pernaskahan nusantara. (Roy)