Ungkap Penjualan tabung oksigen melebihi HET, Polda Jatim Amankan Tiga Orang

0

Surabaya, Investigasi.today – Tiga orang dengan inisial, AS, FR dan TW asal Sidoarjo serta barang bukti 129 tabung oksigen berbagai ukuran dalam kurun waktu 3 Juli hingga 8 Juli 2021 diamankan Polda Jatim dalam kasus dugaan penjualan tabung oksigen melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dalam rilis yang digelar pada Senin (12/7), Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan kasus ini bermula ketika AS membeli tabung oksigen beserta isinya dari PT NI dengan harga Rp700 ribu dan menjualnya kepada FR seharga Rp1,35 juta, padahal HET tabung oksigen senilai Rp750 ribu.

Dalam aksinya, AS dibantu TW ( adik kandungnya ) memasarkan tabung oksigen beserta isinya ukuran satu meter kubik melalui akun facebook dan juga WhatsApp Group.

“Saat ini banyak masyarakat yang butuh oksigen dan di sisi lain ada yang cari keuntungan. Sehingga akan terjadi kelangkaan. Dengan hal ini ada dua hal yang dilanggar, ketersediaan tabung oksigen dan harga melebihi HET,” ungkap Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Nico mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan membeli tabung oksigen dan obat-obatan kalau tidak perlu, apalagi jika obat dan tabung oksigen itu dijual kembali.

Kapolda menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan masyarakat ketika terinfeksi COVID-19.
“Kami akan koordinasi dengan instansi terkait agar distribusi tabung oksigen dan juga obat-obatan berjalan lancar,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang berbunyi bahwa pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2) dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. (gm)